3 Penyebab Jerawat Nggak Kunjung Sembuh

“Kalau obat jerawatnya nggak mempan, bisa jadi penyebab jerawatnya memang dari dalam,” kata dokter kulit yang saya curhatin, saat jerawat saya lebih persistent dari biasanya.

As some of you might already know, saya memang diberkahi dengan masalah kulit acne prone. Ada kalanya saya menjalani good skin days (baca: yang tampak hanya bekas jerawat dan wajah mulus dari  jerawat aktif), namun tiba-tiba bisa breakout, walaupun nggak ada yang berubah dari skincare saya, dan makeup pun tetap jerawat friendly. Kzl? Banget.

Kalau jerawat kamu tiba-tiba bandel, padahal nggak lagi mencoba skincare baru, mungkin satu dari penyebab jerawat ini adalah trigger-nya:

Makanan

Tiga dokter SpKK berbeda saya ajak diskusi soal makanan dan jerawat, tiga pendapat berbeda pula saya dapat. Nanti saya mau bahas topik ini lebih dalam secara terpisah, namun intinya sekarang, watch what you eat. Kalau perlu bikin jurnal dan catat, ada nggak ya makanan yang kamu konsumsi secara berlebih sebelum breakout?

Speaking from my own experience, wajah saya bakal ditumbuhi banyak whiteheads dan blackheads setelah mengonsumsi makanan tinggi refined sugar. Contohnya, kue, cake, cokelat dan minuman manis. Cheat sedikit aja nggak bisa banget bagi saya. Saya juga amat membatasi konsumsi karbohidrat simple (apapun yang warnanya putih seperti nasi putih, roti putih, kentang, makanan dari tepung terigu) dan gorengan, walau efeknya nggak sedahsyat gula tampaknya.

Produk dairy juga jadi trigger jerawat cystic bagi banyak orang. Doyan minum susu dan makan keju? Coba kurang-kurangi, deh. Just like with skincare, topik makanan dan jerawat ini juga soal trial and error.

penyebab-jerawat-kurang-tidur-stress-featured

Stress

Cliché banget mungkin ya, tapi stress sebagai penyebab jerawat itu memang benar. Jerawat paling parah yang pernah saya alami adalah tengah tahun lalu. Baru pakai jilbab + pindah ke kantor baru + putus dari pacar terjadi dalam waktu yang bersamaan. Bekas-bekas jerawatnya pun jadi ‘saksi nyata’ masa-masa itu. Lifestyle change & stress is not a cute combo!

Saya juga pernah mengikuti kisah vlogger mamichula di YouTube, yang tiba-tiba aja dalam beberapa hari wajah mulusnya ditumbuhi jerawat parah. Setelah ditarik ke belakang, besar kemungkinan penyebabnya adalah proses divorce yang dia alami beberapa bulan sebelumnya. Ya, ternyata jerawat stress juga bisa muncul setelah akar masalahnya sudah berlalu.

Ada yang bilang stress dan jerawat itu seperti topik ayam dan telur. Stress menimbulkan jerawat, atau jerawat malah bikin stress? Bagi saya sih dua-duanya terbukti, ya. Jadi, kalau kira-kira kamu lagi mengalami perubahan gaya hidup yang besar, atau sedang ada masalah yang kamu pikirin terus-terusan, ini bisa jadi penyebab jerawat kamu. Find your zen. Saat stress, nonton Silicon Valley yang bikin saya ngakak, banyak berdoa, ngumpul sama sahabat  dan menghindari kaca jadi cara de-stress yang manjur bagi saya.

tidur-4

Kurang Tidur

Baru beberapa hari lalu, saya pulang nge-date jam setengah sebelas malam. Udah ngantuk, tapi maksa nonton Monster karena bagi saya nggak afdol kalau melewati satu minggu tanpa nonton satu film biopic (yes, I’m weird like that). Senengnya, bisa lihat acting keren Charlize Theron. Nggak senengnya? Baru tidur lewat jam satu pagi, dan besoknya muka lebih berminyak dan muncul tiga jerawat. I’m not even kidding!

Maybe you’ve heard it all before, tapi cukup tidur memang wajib untuk tubuh dan kulit yang sehat. Kurang tidur bisa mengacaukan hormon, dan menimbulkan stress, karena tubuh dipaksa ‘bangun’ saat mestinya istirahat.

Pastikan kamu tidur cukup, dan terlelap nyenyak di antara jam 11 malam sampai dua pagi. Ini adalah waktu di mana tubuh melakukan regenerasi besar-besaran. Jadi, bukannya berarti kamu baru lompat ke tempat tidur jam 11 malam, ya! Sebaiknya tubuh sudah dikondisikan untuk tidur beberapa waktu sebelumnya. Bisa satu jam, atau lebih. You know your body better to adjust the timing.