Kantung Mata? Hilang Seketika dengan Filler Restylane di Beauderm Clinic

Inilah pengalaman saya mencoba mengatasi kantung mata dengan melakukan filler restylane. Lihat di sini foto before-after-nya juga!
“Han, kok lo capek banget sih kayanya?”
“Lo semalem nggak tidur, ya?”
Komentar-komentar seperti itu sih sudah biasa banget mampir ke saya. Baik ketika saya memang lagi capek banget atau sebaliknya, lagi merasa fresh dan riang gembira. Terkadang KZL sih ditanya seperti itu. Rasanya lebih menyebalkan daripada dikasih komentar kalau saya gemukan. Kalau gemukan kan at least biasanya terlihat lebih sehat dan lebih happy. Nah kalau terlihat capek terus? Kesannya hidupnya tuh susah banget nggak sih? Dan yang nggak kalah sedihnya, jadi bikin terlihat lebih tua.
Sampai suatu hari ketika saya posting foto ini di Instagram ada yang nanya umur saya berapa.
fillerbefore03
What?! Memang sih, saya terlihat lebih tua di foto itu. Terlihat dari area mata yang berkantung cukup dalam dan hitam walaupun sudah pakai corrector dan concealer! Ditambah ada beberapa kerutan. Hiks. Padahal saat itu saya lagi happy lho! Happy karena pakai baju baru dan mau buka puasa bareng FDers. Langsung saat terima komentar itu saya screencap dan kasih ke Affi dan Nopai sambil bilang kalo akhir bulan saya akan filler! Hahaha…
Ya, ya memang niatnya sih akhir bulan, tapi kenyataannya saya baru melakukannya di akhir tahun. Pas sekali dengan dibukanya klinik baru di Kelapa Gading; Beauderm Aesthetic Clinic, yang pernah dibahas juga di Female Daily. [Baca: Dermal Filler, Cantik Instan Tanpa Risiko]. Ketika membuka websitenya, saya langsung yakin untuk melakukan derma filler di mana. They had me at..
Beauderm Philosophy demands that we provide frank, honest and realistic assessment and advice in order to meet patient expectations and avoid unnecessary disappointment’. 
filler
Nah, inilah yang saya cari. Soalnya nggak mau kan kalau nanti ditawarin ini-itu yang padahal saya belum butuh atau ternyata hasilnya tidak seindah yang dijelaskan di awal alias PHP. Sebelumnya, saya cukup familiar dengan dermal filler sih karena memang sering dibahas juga di Female Daily. [Baca: Going for Restylane Filler. Yay or Nay?].
Pokoknya kalau filler yang dipakai itu Restylane sudah cukkup meyakinkan saya tentang produk, prosedur dan juga dokternya. Apalagi setelah liat foto-foto dr. Luciana Hendrawan, M. Kes. AAAM, saya merasa nyaman. Nyaman karena walaupun kulitnya bagus dan mungkin juga melakukan filler dan treatment lain, tapi bukan yang sampai expressionless karena kulitnya terlalu kencang ketarik. Nggak mau kan terlihat filler overdose?