Jaket Joe Jonas Gambar Mangkok Ayam dan Petai, Karya Desainer Indonesia!

Jaket Joe Jonas bergambar mangkok ayam, petai dan lembaran uang Rp 50.000,- serta Rp 100.000,- sedang viral nih! Seperti apa sih jaket hits tersebut?

Netizen di Indonesia terutama anak-anak muda dan ABG (duh, jadi merasa tua) beberapa hari ini sedang ramai dan antusias membicarakan Joe Jonas. Ternyata ini karena penampilannya saat menghadiri Sundance Festival pada tanggal 23 Januari 2016 kemarin. Dalam foto-foto yang banyak beredar di internet, Joe terlihat mengenakan jaket berwarna hitam bergambar mangkok ayam, sendok garpu, uang pecahan rupiah dan petai! Indonesia banget.

 

joe jonas

Tentu saja selain heboh berkomentar, mereka dan juga para pecinta fashion Indonesia penasaran, siapa desainer jaket yang dikenakan Joe tersebut. Di laman JustJaredJr.com yang banyak merilis foto-foto tersebut saat itu justru menyebut Joe Jonas mengenakan a ‘multicolored Kenzo sweater’. Sumber lain tidak ada yang bisa menyebutkan siapa desainer jaket tersebut.

Ternyata, ini adalah hasil rancangan desainer muda Indonesia, Sherly Hartono. Tidak banyak yang mengetahui nama desainer pemilik label HARTONO ini. Lulus dari Central Saint Martins, London, Sherly Hartono membuat label khusus menswear ini sejak tahun 2014. Tidak terdengar di dalam negeri, ternyata label Hartono menarik perhatian peritel internasional Opening Ceremony dan label Hartono kini menjadi salah satu brand yang tersedia di jaringan toko Opening Ceremony.

 

hartono

Jaket yang dipakai model pada look book Hartono F/W 2015 ‘Just Lick It’

Dan jaket ‘mie ayam’ yang sangat bergaya street style ini adalah salah satu koleksi Fall/Winter 2015 Hartono, yang bertema ‘Just Lick It’. Yes, koleksinya memang sangat terinspirasi dari ‘budaya’ jalanan di ibukota, gambar-gambar pada jaket tersebut sangat dekat dengan keseharian mereka kalangan bawah penghuni jalanan ibu kota. Sherly sangat terinspirasi dan tergerak oleh para pekerja yang disebutnya ‘abang-abang’, yang sering dilihatnya di warung-warung pinggir jalan. Sentuhan maskulin dan cool yang blak-blakan, apa adanya, bukan hasil polesan. Mentalitas ‘dare to get their hands dirty‘ dari abang-abang ini yang juga menjadi semangatnya dalam merancang busana.

Rancangan Sherly yang maskulin sejak awal memang sangat dekat dan terinspirasi dari banyak hal yang disekitarnya, dan budaya jalanan yang bagi sebagian orang mungkin terkesan ‘kumuh’ dan sering diabaikan, justru menjadi passion dan selalu menarik hatinya. Tidak heran ia sangat mengenal dan tertarik dengan local street culture ini.

Apa yang bisa saya dan kita lihat dari jaket “mangkok ayam” ini? Ternyata, rancangan tajam dan segar semacam ini dibutuhkan industri fashion kita untuk bisa lebih maju, baik untuk bisa bersaing di pasar sendiri maupun untuk diperhitungkan di level Internasional. Indonesia sangat kaya dengan budaya yang bisa kita tampilkan, tidak hanya dari sisi mainstream yang selama ini kita lihat, masih banyak sudut pandang lain yang bisa menonjolkan keunikan budaya kita. Keren!!