Parfum Unisex Menggeser Tren Wewangian Selebriti

Ariana Grande keluarkan parfum unisex, sedangkan Calvin Klein meluncurkan parfum gender-free di awal 2016 ini. Apparently, parfum unisex menjadi tren baru setelah parfum buatan selebriti.

Satu dekade terakhir, banyak banget selebriti yang “latah” membuat perfume deal. Justin Bieber, Katy Perry, Taylor Swift sampai Selena Gomez (semua artis pop mainstream, can I say?) mengikuti “senior-senior” mereka yang lebih dulu membuat parfum seperti Jessica Simpson, Britney Spears dan Paris Hilton. Namun, tren ini ternyata semakin merugi karena peminatnya menurun. Nama selebriti bukan lagi jaminan untuk membuat sebuah parfum lebih laku daripada wewangian klasik macam Chanel N0. 5, Guerlain Shalimar atau Thierry Mugler Angel.

Chairman Coty (perusahaan di balik parfum Lady Gaga dan Beyoncé) mengungkap penjualan mereka menurun, terutama dalam hal parfum seleb. Begitu juga dengan Elizabeth Arden. Perusahaan pembuat parfum Britney Spears dan Justin Bieber ini bahkan lebih terang-terangan, menyalahkan parfum selebriti yang sudah nggak laku sebagai penyebab penurunan sales mereka sebesar 18% tahun lalu.

parfum-unisex-ck-ariana-grande-frankie-1

Foto: momastyle.com

By the end of the day, menurut saya, orang nggak akan peduli nama siapa yang digandeng untuk mengangkat image suatu parfum. It’s either you like the smell or not. Seperti saya yang melakukan perfume battle ini karena saya sudah attached banget dengan aroma vanila.

Tren parfum selebriti boleh jadi fading, namun sudah ada tren baru yang menanti, yaitu parfum unisex. Memang bukan hal baru, namun tiba-tiba saja ada dua nama besar yang mengeluarkan parfum dengan tema ini, with a unique twist!

Mau tahu seperti apa parfum untuk semua gender?>>