Mengatasi Jerawat, Kulit Sensitif dan Penuaan Dini dengan DMK Enzyme Therapy

Kulit berjerawat, kulit sensitif, problema penuaan dini di wajah, kini bisa coba kamu atasi dengan jalani Enzyme Therapy. Apakah itu? 

Sudah pernah dengar DMK Enzyme Therapy? Saya sudah sempat mencoba Terapi Enzim untuk kulit wajah. Katanya, bisa meremajakan kulit sehingga kulit jadi sehat dan halus seperti kulit bayi!

DMK Enzyme Therapy ini bisa kamu temui di DMK Clinics yang terletak di seputar Jalan Radio Dalam, Jakarta. DMK sendiri adalah singkatan dari nama sang founder yaitu Dr. Danné Montague-King

Siapakah dia? Dr. King adalah seorang botanical scientist and cosmetic chemist yang telah melakukan riset dan mengembangkan sebuah metode yaitu  the Danné Method of Natural Pharmacology. Ini semua berawal dari kepahitan hidup yang dialami Danné di masa mudanya. Saat masih muda Danné mengalami problem kulit wajah berjerawat yang cukup parah sehingga ia sering menjadi bahan ejekan atau diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya. Karena “derita” itu, Danné pun merasa tidak puas dengan efek skin care konvensional yang dipakainya saat itu. Maka, ia pun memutuskan melakukan riset seputar fenomena jerawat, pigmentasi, aging dan juga menggali lebih jauh tentang cara kerja enzim-enzim dalam tubuh manusia.

Dan ternyata hasil kerja keras Dr. King pun memang berhasil memberi banyak manfaat pada banyak orang. Banyak di antara pasiennya yang mengalami jerawat parah, pori-pori besar, kulit kemerahan, flek-flek kecokelatan hingga kulit keriput, mengalami perbaikan cukup signifikan pada kondisi kulitnya berkat Terapi Enzim di DMK Clinics. Nama Dr. King pun semakin terkenal, riset-risetnya yang berkualitas pun meraih berbagai penghargaan. Di dunia dermatologist, maka nama Dr Danné Montague-King pun sudah ternama dan sekaliber Dr Howard Murad, Dr NV Perricone, Dr Federic Brandt, Dr Baumann. Hingga kini metode Danné sudah dikenal dan dipakai oleh para dermatologist di lebih dari 20 negara seluruh dunia. Selain itu 7000 klinik dan salon di seluruh dunia juga memakai Danné system. Dan konsumen yang telah merasakan manfaat dari perawatan kulit revolusioner serta skin care perawatan wajah ala Danné, di seluruh dunia sudah mencapai jutaan orang.

DMK Treatment pada dasarnya memiliki konsep: Remove, rebuild, protect and maintain. Jadi maksudnya, setiap treatment di DMK  akan membersihkan kulit wajah dengan optimal. Kulit bersih membantu pori-pori kulit mendapat asupan oksigen. Rebuild berarti membantu sel-sel kulit sehat dan kuat untuk tumbuh. Protect berarti menjaga pertumbuhan sel-sel kulit sehat  terus berlangsung. Maintain berarti menjaga kulit yang sudah bagus kondisinya.

jerawat-terapi-enzim

Maka, ketika saya mendapat tawaran dari DMK Klinik cabang Jakarta untuk mencoba sendiri Terapi Enzim, tak menyia-nyiakannya. Saya juga ingin tahu dong, benarkah Terapi Enzim ini bisa membuat kulit kita sehalus kulit bayi?

So one day afternoon, I made an appointment to have an Enzyme Therapy in DMK Clinics, yang berlokasi di seputar Jalan Radio Dalam, Jakarta.

Terapi enzim yang dilakukan pada kulit wajah saya adalah termasuk terapi basic. Karena kebetulan kulit wajah saya saat datang ke situ tidak sedang bermasalah (jerawat atau iritasi). Tapi memang tanda-tanda penuaan dini: flek-flek cokelat, fine lines dan wrinkles sudah mulai tampak di wajah saya. Di ruangan perawatan, saya juga melihat beberapa foto para pasien DMK dalam kondisi before-after Enzyme Therapy. Beberapa foto menunjukkan klien dengan wajah penuh jerawat, pori-pori besar, kulit kemerahan berhasil membaik kondisi kulitnya jadi halus dan cerah karena rutin menjalani Terapi Enzim.

Proses Enzyme Therapy ini bisa saya jelaskan dengan runut sebagai berikut:

1.Terapi pun dimulai dengan membersihkan kulit wajah pakai DMK Cleanser sesuai dengan kondisi kulit. Sambil membersihkan makeup dan kotoran yang menempel, terapis me-massage dengan lembut wajah saya.

2.Setelah kulit bersih, dilakukan Detoxifying dengan DMK Dermatox yang berbentuk gel dan mampu menarik keluar racun-racun dari kulit. Menurut Muchtar Tjia, Managing Director DMK Clinic Indonesia, bila di dalam tubuh konsumen banyak terdapat racun-racun, maka setelah diaplikasikan DMK Dermatox di kulit, akan tercium bau menyengat. Bahkan katanya, ada seorang klien yang sehari sebelum terapi, mengonsumsi banyak durian. Ketika DMK Dermatox dioleskan di kulit, lalu terciumlah bau durian dari sisa-sisa cairan detoksifikasi tersebut. It sounds interesting, isn’t it?

enzyme-therapy

3.Kemudian diaplikasian DMK Sebum Soak untuk membersihkan pori-pori kulit dari minyak yang mengeras seperti komedo dan jerawat. Setelah diaplikasikan, kulit wajah saya ditutup dengan selembar plastik tipis, kemudian di atasnya ditempelkan handuk hangat yang berfungsi mengoptimalkan fungsi sebum soak untuk membersihkan pori-pori kulit.

Langkah pembersihan seperti ini yang saya rasakan berbeda bila dilakukan di klinik atau salon kecantikan lain. Umumnya, ketika hendak membuka pori-pori kulit, digunakan alat steamer yang diarahkan ke wajah. Namun DMK melakukannya dengan hanya menempelkan handuk hangat. Menurut Imelda, DMK Director Education, membuka pori-pori kulit wajah dengan dipanaskan pakai steamer, lalu menekan jerawat atau komedo, malah bisa berakibat merusak dinding pori-pori. Sementara prinsip DMK adalah mengeluarkan kotoran dan racun dari kulit wajah tanpa pemaksaan.

4.Setelah pori-pori kulit wajah terbuka, terapis pun mengoleskan sejenis krim untuk mengangkat sel kulit mati dan melancarkan peredaran darah dan lymphatic dranaige dengan DMK Quick Peel.

5.Dilanjutkan dengan pembersihan pori-pori dan pengencangan dinding pori dengan DMK Pore Reduction.

6.Selanjutnya untuk meningkatkan fungsi kulit secara optimal dari internal dengan meningkatkan sirkulasi, oksigenasi dan lymphatic Drainage, menstimulasi produksi kolagen dengan menggunakan DMK Enzyme Masque. Masker enzyme ini terbuat dari ekstrak tumbuh-tumbuhan. Saat memakai masker ini, terus terang baru pertama kali ini saya merasakan masker yang bisa menarik wajah begitu kencang. Saya sudah pernah mencoba beragam perawatan di klinik kecantikan, tapi masker DMK ini menurut saya yang paling kencang menarik wajah, bahkan mulut saya juga tidak bisa bergerak sedikitpun. Saya pun jatuh tertidur nyenyak saat dimasker.

7.Sekitar 20 menit kemudian, terapis membangunkan saya, dan membersihkan masker. Imelda pun menunjukkan bagaimana enzim telah bekerja pada kulit saya, dengan menunjukkan “garis-garis merah” pada kulit. Garis-garis lymphatic merah nampak nyata di seputar leher dan sedikit di pipi wajah saya. Menurut Imelda itu berarti, peredaran darah dan oksigen pada kulit di area itu sudah jadi lebih lancar, tidak tertutup lagi oleh racun-racun produk skin care. Ya, saya melihat beberapa area kulit wajah saya tampak seperti kulit bayi yang halus dan masih terlihat pembuluh-pembuluh darahnya.

Setelah masker diangkat dari wajah saya, Imelda lalu membalurkan Infuse Vitamin C dengan DMK Fibromax. Vitamin C ini berbentuk bubuk dan baunya mengingatkan saya pada serbuk minuman jeruk instant. Namun begitu diaplikasikan di kulit wajah, bubuk vitamin C langsung lumer dan menyerap jauh ke dalam kulit. Terapi Enzim sekitar 1,5 jam pun selesai sudah saya jalani.

Sebelum beranjak keluar ruang perawatan, Imelda mengaplikasikan DMK Herb dan Mineral Mist, Serum DMK Betagel untuk menguatkan Langerhan Cells kulit sehingga imunitas kulit menjadi kuat. Kemudian terakhir dioleskan DMK Creme pilihan sesuai kondisi kulit dan DMK Transdermal Sunblock untuk melindungi kulit wajah saya dari sinar UV. Untuk meraih hasil optimal, Terapi Enzim ini disarankan dilakukan 2 hingga 3 minggu sekali.

Bagaimana, kamu tertarik untuk memiliki kulit sehat dan sehalus bayi?