Botox Vs Filler: Mana yang Cocok Buatmu?

Botox dan filler; dua treatment ini pasti sudah sering kamu dengar sebagai cara untuk mendapatkan wajah yang lebih menarik. Tapi sudah tahu belum perbedaan antara Botox dan filler?

Miracle-botox-kombinasi

Nah, sekarang kita bahas dulu persamaan antara keduanya ya. Botox dan filler sama-sama merupakan tindakan rekonstruksi non-operasi. Jadi dua prosedur ini bisa dilakukan tanpa perlu pembiusan, atau penanganan dokter bedah plastik. Banyak klinik kecantikan yang credible bisa kamu datangi untuk melakukan botox dan filler.

Botox VS Filler

Perbedaan terbesar dari Botox dan filler adalah fungsinya. Botox ditargetkan untuk mengatasi kerutan yang merupakan hasil dari kontraksi otot yang berlebihan. Contohnya, crowsfeet (kerutan di sekitar mata), garis senyum dan kerutan dalam di tengah dahi. That’s why, Botox populer di kalangan perempuan 40 tahunan ke atas, yang sudah mulai “rentan” dengan isu aging. Namun Botox nggak hanya bisa dilakukan untuk alasan kecantikan. Dalam sejumlah case, orang juga melakukan Botox untuk mengatasi migrain sampai masalah keringat berlebih.

Kalau Botox biasa dipakai sebagai treatment untuk (ehemm) terlihat lebih muda, maka filler biasa dilakukan agar wajah lebih cantik tanpa operasi. Contohnya, agar dagu lebih panjang, tulang pipi lebih menonjol, hidung lebih mancung dan menghilangkan kantung mata. ┬áJadi treatment satu ini nggak berhubungan dengan aging atau kerutan, namun lebih untuk memperbaiki kontur wajah dengan cara “mengisi” daerah yang ingin di-improve. Ingin tahu lebih banyak tentang filler? Kamu bisa baca serba-serbi tentang dermal filler di sini.

Boleh Nggak Mencoba Botox dan Filler Sekaligus?

Jadi sekarang sudah tahu kan perbedaan botox dan filler? Nah, bagaimana kalau kamu ingin menghilangkan kerutan dan memancungkan hidung sekaligus? Apakah harus ada rentang waktu di antaranya? Bahaya nggak sih mendapat injek Botox dan filler dalam satu kali appointment?

“Nggak bahaya kok,” kata┬ádr. Luciana Hendrawan, M. Kes. AAAM dari Beauderm Aesthetic Clinic, Kelapa Gading. “Urutannya, filler dilakukan pertama, karena daerah muka yang diinjek filler setelahnya harus di-massage untuk meratakan ditribusi acid yang disuntikkan. Baru setelahnya injeksi Botox bisa dilakukan. Beda dengan filler, setelah di Botox, kulit justru pantang di-massage.”