Dermal Filler: Cantik Instan Tanpa Risiko

Saat nonton TV dan menjelajah Instagram, banyak banget selebriti lokal yang tampil lebih tirus dan mancung tapi menolak “tuduhan” habis operasi plastik. Tebakan saya, rahasianya adalah dermal filler.

Proses pengerjaannya yang cepat dengan hasil yang cukup amazing menjadikan dermal filler sebagai treatment favorit di kalangan selebriti, sosialita dan perempuan pada umumnya. Seriously, it’s just like a permanent blowout, or getting your eyebrow tattooed. Namun, dermal filler memang baru hadir di Indonesia sekitar lima tahun terakhir, sehingga masih banyak orang yang sangsi dengan treatment satu ini dan menganggapnya sebagai prosedur ekstrim karena harus “main jarum suntik”.

tempat-filler-jakarta-beauderm-clinic-restylane-1

 Filler oleh dr. Luciana Hendrawan, M. Kes. AAAM

“Filler itu prosedur yang cepat. 15 menit selesai, dan nggak ada efek samping seperti operasi,” jelas dr. Luciana Hendrawan, M. Kes. AAAM. Dokter ahli kecantikan yang telah berkarir sejak 1997  ini juga menjelaskan dermal filler basic kepada saya, dan bagi pembaca FD semua yang masih awam dengan treatment dermal filler.

What is Dermal Filler?

Seperti namanya, filler adalah treatment yang digunakan untuk mengoreksi kontur wajah dengan cara mengisinya (fill) dengan cairan hyaluronic acid; enzim yang secara alami dikandung oleh tubuh dan sekarang banyak digunakan di berbagai produk pelembap dan anti-aging. Filler paling sering digunakan untuk memancungkan hidung, mengisi under-eye yang cekung atau menghilangkan kantung mata, membuat tulang pipi lebih menonjol dan mempercantik dagu. Filler untuk hidung bisa bertahan hingga enam bulan, sedangkan di bagian wajah lain bisa bertahan hingga setahun.

Tahapan Dermal Filler

Menurut dr. Luci, sebelum melakukan filler, beliau akan melakukan face analysis. Wajah pasien akan diperiksa dalam tiga area berbeda (sepertiga atas, tengah dan bawah) untuk menentukan bagian wajah mana yang perlu dikoreksi.

Dermal Filler Tanpa Risiko, Namun…

Nggak ada pantangan atau batas usia tertentu bagi calon pasien dermal filler. Menurut dr. Luci, bahkan ada anak SMP yang pernah filler hidung, dan-aman-aman saja hasilnya. Efek samping filler juga tergolong ringan, seperti sensasi ‘digigit semut’ saat terkena jarum suntik, dan (mungkin) sedikit kemerahan yang akan hilang setelah beberapa hari.

Now it all comes down to two very important aspects: produk filler yang digunakan, dan tempat penyedia jasa filler yang berkualitas.

Di Mana Tempat Filler yang Bagus di Jakarta?