Melihat Dari Dekat Karya Adibusana dalam The Journey of Couture

Couture; the creation of exclusive custom-fitted clothing. Haute couture is high end fashion that is constructed by hand from start to finish, made from high quality, expensive, often unusual fabric and sewn with extreme attention to detail and finished by the most experienced and capable sewers, often using time-consuming, hand-executed techniques

Couture atau adibusana menjadi istilah “keramat” dalam fashion yang biasanya tidak bisa begitu saja disematkan pada sebuah koleksi custom-fitted seorang desainer. Ada beberapa persyaratan tertentu yang menjadi referensi untuk mengkategorikan sebuah busana sebagai sebuah karya couture. Karena eksklusivitas inilah, banyak sekali desainer yang enggan dan hati-hati sekali untuk menyebut karyanya sebagai couture, walaupun sebenarnya secara pengerjaan telah memenuhi kualifikasi tersebut.

Asian Couture Federation menjadi satu-satunya lembaga di Asia yang menjadi wadah pengembangan karya adibusana (high fashion & couture) dengan kualitas terbaik dari Asia. ACF berperan untuk mendukung dan mempromosikan talenta dan kreatifitas desainer lokal Asia ke pangsa pasar di Asia dan seluruh dunia.

 

IMG_2832 (Medium)

 

Salah satu event yang selalu digelar ACF adalah presentasi karya para desainer yang telah menjadi member, di kota-kota besar Asia. Saat ini ACF menggelar The Journey of Couture, pameran inovatif yang menonjolkan kreativitas dan hasil karya adibusana desainer terbaik Asia dan internasional, pada tanggal 18-22 November 2015 di Ciputra Artpreneur, Ciputra World Jakarta. Koleksi adibusana yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan hasil kurasi couturiers asal Prancis Livia Stoianova dan Yassen Samouilob yang keduanya berasal dari rumah adibusana terpandang di Paris, On Aura Tout Vu.

Sejak tahun 2013, salah satu desainer terbaik Indonesia Sebastian Gunawan telah menjadi Asian Couturier Extraordinaire, anggota dari ACF. Tahun ini menyusul Tex Saverio dan Rinaldy A Yunardi, menjadi invited members dari ACF. The Journey of Couture yang kini berada di Indonesia pun berfokus pada pameran karya ketiga desainer tersebut. Selain ketiganya, pameran ini juga menampilkan karya 17 desainer lain anggota ACF dan 20 koleksi adibusana dari couturier Perancis Aura Tout Vu.

 

IMG_2782 (Medium)

Kita bisa melihat langsung koleksi aksesori futuristik dari Rinaldy A. Yunardi yang baru ditampilkan pada JFW 2016 lalu

couture1

cou2

 

Bagaikan mengunjungi museum fashion yang sangat menarik, disini kita bisa melihat dan merasakan dari dekat, bagaimana impresif dan rumitnya sebuah karya adibusana. Melihat semua detail yang seringkali jauh dari bayangan, membuat kita menjadi lebih mengapresiasi sebuah karya fashion yang bernilai tinggi. Dr. Frank Cintamani, pendiri dan ketua ACF pun mengatakan, “pameran ini adalah sebuah kesempatan unik bagi masyarakat Indonesia untuk melihat langsung unsur seni dan keahlian yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah karya adibusana. Kita bisa melihat kualitas, keahlian dan cinta yang luar biasa dari seorang desainer, yang dituangkan dalam karya adibusananya.”

Pameran langka ini hanya akan berlangsung hingga hari Minggu tanggal 22 November 2015, jadi jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikannya ya ;)