5 Panduan Memilih Skin Care untuk Mengatasi Kulit Kering dan Dehidrasi

Apakah kamu memiliki kulit kering dan dehidrasi? Jenis kulit yang satu ini, bukan berarti tak pernah mengalami masalah jerawat, wrinkles, dan lain-lain. Segera beri kelembapan pada kulit. Ini panduan memilih produk skin care yang tepat untuk mengatasi kulit kering dan dehidrasi. 

Sepanjang hidup saya, masalah kulit saya hanya satu yang benar-benar tidak hilang-hilang: kering dan dehidrasi. Jangan salah, siapa bilang punya kulit kering itu enak? Ya, memang sih, makeup jadi tahan lama karena muka nggak berminyak. Tapi justru karena produksi minyak tidak cukup membuat makeup kadang tidak “nempel” dan juga pecah-pecah. Horor banget deh!

skin-care

Kebanyakan mereka yang memiliki kulit kering sumbernya adalah keturunan. Ibu saya memiliki kulit kering. Anak saya memiliki kulit yang jauh lebih kering dari saya. Bahkan sepupu saya saja memiliki masalah yang sama. Chances are it runs in the family.

Kondisi kulit adalah kondisi yang kemungkinan besar akan kita hadapi sepanjang masa. Idealnya, kita harus bisa mengerti apa yang dibutuhkan oleh kulit sehingga kita bisa hidup harmonis dengan kondisi tersebut.

Kulit kering berarti butuh lebih banyak hidrasi, tapi bukan sembarang menempelkan pelembap banyak-banyaknya, tapi juga hidrasi yang bisa bertahan di kulit seharian pada saat kita beraktivitas.

Ini juga artinya kita harus pintar-pintar memilih produk yang tidak memperburuk kondisi kulit. Simak kiat-kiat di bawah ini untuk menjaga kulit keringmu tetap terhidrasi dengan baik.

1. Gunakan Cleansing Balm & Milk

Setelah mencoba berbagai macam produk pembersih wajah, saya merasa bahwa cleansing balm adalah produk yang terasa paling lembap di wajah ketika saya membersihkan makeup. Pada saat saya membasuhnya wajah tidak terasa ketarik dan kencang. Lain halnya dengan cleansing oil yang sebenarnya efektif sekali membersihkan segala macam makeup dan kotoran di wajah, and the concept is you fight oil with oil. Sayangnya pada kulit kering, kita tidak punya cukup produksi minyak di wajah jadi pemakaian cleansing oil pada saat wajah terasa kering terasa membuat lebih kering wajah. Cleansing milk juga bisa menjadi pilihan pembersih makeup ringan karena teksturnya juga lembap dan tidak membuat kering.

2 Pilih Sabun Cuci Muka Tanpa SLS & Dengan pH Rendah

This is not some scaremongering technique against SLS. Pada saat melakukan riset terhadap bahaya atau tidaknya SLS pada produk kecantikan, saya menemukan beberapa riset yang mengatakan bahwa SLS sebagai surfactant adalah salah satu bahan yang membuat kulit terasa kesat dan juga kering. Selain itu, di kulit yang sensitif SLS bisa membuat memicu efek negatif. Akhirnya saya melakukan eksperimen menghindari segala macam produk pembersih wajah yang mengandung SLS dan yang tidak begitu berbusa. Hasilnya ternyata jauh di luar dugaan saya, kulit saya terasa tidak sekering biasanya setelah pembersihan wajah. Padahal semua produk-produk yang saya gunakan kebanyakan ditujukan untuk kulit kering, loh.

Selain itu saya juga mendapati bahwa sabun cuci muka yang memiliki pH terlalu tinggi justru membuat kulit kita lebih kering. Setelah saya teliti benar adanya beberapa produk yang saya gunakan dan saya rasa kering di wajah adalah produk-produk yang memiliki pH tinggi. Untuk lebih lengkapnya mengenai pemilihan sabun cuci muka dengan pH rendah bisa dibaca di sini.

 

 Panduan memilih skin care mengatasi kulit kering berikutnya, klik di sini>>