Panduan Memilih Produk Pembersih Wajah yang Tepat

Saat ini, banyak sekali produk pembersih wajah yang bisa kita pilih. Namun, produk mana yang terbaik bagi kulit wajah kita? Kalau begitu, simak artikel saya kali ini yang bisa memandu kamu mendapatkan produk pembersih wajah yang aman bagi kulit. Let’s scroll down…

Sudah satu tahun belakangan ini saya menghindari pemakaian sabun muka dengan pH tinggi. Gara-garanya karena membaca artikel di Skin & Tonic yang sedikit banyak mengulas masalah ini. Blogger Snow White & White Pear juga pernah menuliskan perihal pembersih dengan pH rendah ini dan mengapa hal ini penting.

Close-up portrait of a cute young woman wash her  face with water

Artikel tersebut juga penuh dengan referensi-referensi berguna perihal pH tersebut. Intinya, sih, saat menggunakan pembersih dengan pH tinggi, kita malah merusak acid mantle dari kulit wajah. Akibatnya,  kulit menjadi lebih rentan terhadap bakteri, infeksi, dehidrasi, kasar dan iritasi. Untuk selengkapnya bisa membaca link yang saya berikan sebelumnya. Acid mantle sendiri adalah lapisan tipis pada dasar kulit kita yang melindungi kulit. Apabila kita “rusak” maka lapisan tersebut tidak bisa melaksanakan tugasnya sebagai pelindung.

pH lapisan paling luar kulit kita memiliki pH sekitar 4-6, di mana semakin rendah semakin baik. Jika kita menggunakan pembersih dengan pH tinggi maka kita mengganggu keharmonisan pH kulit kita. Sedangkan untuk kulit bisa kembali ke pH normalnya akan membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 20 jam untuk kembali normal. Lama juga, yah? Padahal tidak sampai 12 jam saja kita sudah wajib membersihkan muka lagi.

Kalau begitu, berapakah pH kulit wajah yang seimbang?