Mencoba Moroccan Bath yang Bisa Menghaluskan Kulit

Bicara tentang kulit yang halus dan sehat, para perempuan Maroko boleh berbangga hati. Di Timur Tengah, perempuan Maroko terkenal akan kulitnya yang bagus dan lembut, meskipun hanya mandi tiga hari sekali! Kuncinya ada di Moroccan bath yang rutin mereka lakukan setiap minggu. Sebenarnya apa sih, bedanya Moroccan bath dengan mandi biasa? 

Berawal dari rasa keingintahuannya pada rahasia kecantikan perempuan Timur Tengah, Farah Spears, owner dari salon Spa & Beyond memutuskan untuk memperkenalkan Moroccan bath di Jakarta. Mantan pramugari yang sering traveling ke Timur Tengah ini mengaku penasaran dengan kulit teman sekamarnya dulu, seorang perempuan Maroko, yang selalu terlihat halus dan lembut, padahal temannya ini jarang mandi.

“Teman saya ini jarang mandi, tapi kalau mandi bisa sampai dua jam, lalu setelah selesai, kamar mandi jadi beruap-uap!” tutur Farah, yang awalnya sempat ragu tetapi akhirnya mau juga mencoba Moroccan bath atas saran temannya itu. “Eh, saya jadi ketagihan dengan Moroccan bath. Kulit benar-benar terasa jauh lebih lembut setelahnya. Saya sudah pernah mencoba Moroccan bath di pemandian umum di Maroko hingga di hotel bintang lima.” tambahnya lagi.

Setelah mendengar cerita Farah, saya jadi semakin penasaran untuk mencoba Moroccan bath! Apalagi setelah mendengar semua bahan-bahan yang digunakan untuk Moroccan bath di Spa & Beyond ini diimpor langsung dari Maroko. Nah, without further ado, let’s just jump into it!

spa edit 7 (1)

Pertama-tama, tubuh di-steam dulu selama 15 menit agar pori-pori terbuka. Langkah ini dilakukan agar kulit tidak jadi merah-merah atau iritasi ketika digosok dengan sarung tangan saat Moroccan bath nanti. Selanjutnya, saya ditidurkan dalam posisi telungkup di atas tembok mandi. Yes, it requires you to strip down to your birthday suit, only with disposable panties. Tapi tenang saja, Moroccan bath dilakukan di ruangan tertutup, jadi tidak digabung dengan treatment lain.

Next, tubuh saya dibaluri oleh black soap, sabun dari Maroko yang berbentuk gel dan berwarna hitam kehijau-hijauan. Sabun ini tidak berbau, dan digunakan untuk menggosok tubuh sehingga daki-daki luntur semua. Yes, daki! As gross as it sounds, tetapi memang tumpukan daki-daki itulah yang sering membuat kulit kita tampak kusam.

Oh, ya, Farah juga menjelaskan kepada saya sebelumnya kalau sarung tangan yang digunakan terbuat dari bahan alami yaitu serat akar pohon Keissa yang cuma ada di Maroko. Setelah dipakai beberapa kali, sarung tangan ini akan habis kegunaannya dan harus dibuang.

IMG_9352 (1)Setelah selesai digosok, terapis saya hari itu, Mbak Connie, memperlihatkan air bilasan dari badan saya. Ah, tidak terlalu butek warnanya. Artinya saya nggak jorok-jorok amat! Hehehe..

Rupanya benar, kulit memang terasa jauh lebih halus setelah digosok dengan black soap. Tidak hanya terasa saja, tetapi juga kulit saya terlihat lebih bersih. Farah sendiri bilang bahwa ia percaya, kulit yang sehat tidak hanya akan terasa lebih halus saja, tetapi juga terlihat. The beauty must be visible!

Next step, my favorite! Kulit saya diolesi dengan pure argan oil. Ini dia kunci kehalusan kulit perempuan Maroko! Menurut Farah sendiri, di Maroko pun susah mencari argan oil yang benar-benar pure, tanpa campuran apapun. Argan oil yang ia gunakan untuk treatment ini didapatkan langsung dari kota Agadir yang terletak di Maroko bagian selatan.

JR3_1505 (1)

Yup, masih ada step berikutnya. Pantas saja kulit perempuan Maroko mulus-mulus, wong mandinya nggak selesai-selesai! Hahaha… :) Selanjutnya tubuh saya dibaluri dengan masker Ghassoul, lumpur dari Maroko. Masker ini didiamkan selama 15 menit supaya kulit lebih kencang dan terlihat lebih cerah. Terakhir, setelah masker sudah dibilas, saya mandi susu sambil berendam di jacuzzi.

Masih ada satu treatment lagi yang saya coba dari Spa & Beyond. Klik di sini!