COTTONINK Membuka Offline Store di Jakarta Agar Semakin Dekat dengan Pecinta Fashion

Berawal dari online shop, kini COTTONINK, brand ready-to-wear memiliki toko offline sendiri. Mengapa memutuskan membuka toko fisik? Simak di sini yuk, alasannya.

Tentu kamu sudah pernah mendengar nama brand fashion asli Indonesia ini, COTTONINK. Eh, atau jangan-jangan kamu sudah jadi pelanggan tetap dan rutin belanja maupun sekadar mengintip koleksi busana kasual dan nyaman di akun Twitter dan Instagram @cottonink maupun di webstorenya: cottonink.co.id.

Baca juga: Safe, Simple Online Shopping? Count Us In!

Minggu lalu, ada kabar gembira nih dari COTTONINK. Brand ready-to-wear Indonesia terdepan ini resmi membuka toko offline-nya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Brand fashion yang memulai debutnya melalui online ini didirikan oleh Carline Darjanto dan Ria Sarwono pada 2008 melalui Facebook dan blogspot. Mereka memulai bisnisnya dengan menjual koleksi printed tees dan aksesori berupa shawl multifungsi.

Pembukaan store COTTONINK tampak dipenuhi para tamu

Pembukaan store COTTONINK tampak dipenuhi para tamu

Ternyata tawaran COTTONINK pada penikmat fashion mendapat respon positif. Koleksi mereka selalu laris diborong. Maka, pada 2011, mereka membuka webstore pertama dan merilis koleksi ready-to-wear untuk perempuan. “Kami memulai bisnis online ini sejak 7 tahun lalu, ketika masih sedikit sekali yang berjualan online. Jadi, kalau ditanya apa rahasia sukses-nya, ya salah satunya karena kami sudah mulai sejak dulu, termasuk yang pertama berjualan online. Timing-nya tepat, “ ujar Ria Sarwono, Brand and Marketing Director dari COTTONINK.

Mengapa memutuskan membuka offline store?>>