Skin That Makes You Green With Envy

Kalau sudah berbicara tentang produk dari Menard, saya bisa tiba-tiba buta dan tersihir untuk langsung membeli. Begitu pula begitu saya melihat produk Menard Pack Aserie yang rasanya kok tidak pernah saya lihat, sih? Bahkan, saya tidak pernah mendengar keberadaan produk ini sebelumnya. Saya langsung merasa predikat saya sebagai ‘Menard Die Hard Fan’ terancam karena ada produk yang luput dari radar saya.

Ternyata setelah selidik sana sini – lebih tepatnya meneror Winny , barulah saya mendapat pencerahan bahwa ternyata produk ini adalah produk best-seller di Jepang dan China, tapi di Indonesia sendiri produk ini baru masuk beberapa bulan belakangan. Kemasannya pun terkesan jadul banget; font maupun desainnya sangat simple, sampai saya pikir ini produk lama yang sudah discontinued. Tapi alasan dari kemasan yang tidak diperbarui ini ternyata se-simple kemasannya, karena produk ini laku keras maka pihak Menard enggan mengganti desainnya yang sudah lekat pada para konsumer setia Menard. Karena itulah desain oldies ini masih dipakai.

Menard Pack Aserie - femaledaily

Masker ini muncul di saat saya memang sedang menjajal clay mask. Kalau biasanya warna masker yang saya coba abu-abu dan hampir hitam, clay mask dari Menard ini warnanya hijau. Green clay mask sendiri memang banyak dipakai sebagai masker karena kemampuannya untuk deep cleansing dan juga membersihkan impurities pada kulit serta membantu detoksifikasi kulit. Artinya, kalau kulit sedang tidak beres, seluruh ‘sakitnya’ langsung muncul ke permukaan dengan bantuan green clay mask.

Kalau Menard Pack Aserie sendiri janjinya adalah untuk menyegarkan kulit dan membersihkan impurities pada permukaan kulit serta membuat kulit terasa lebih halus. Bentuk kemasannya yang dalam tuba membuat produk di dalamnya tetap ‘segar’ dan tidak cepat kering karena tidak terekspos udara. Selain itu, teksturnya lebih kental dan tidak sekering kebanyakan clay mask yang telah saya coba sebelumnya. Lebih menyerupai paste ketimbang tekstur lempung.

Menard Pack Aserie 2 - femaledaily

Warnanya hijau lumut dan setelah kering pun kalau biasanya warna clay mask memudar, masker ini tetap berwarna sama. Teksturnya saja jadi mengering. Biasanya saya akan menaruhkan produk di lima titik: dahi, kedua pipi, hidung dan dagu. Pada saat pertama kali memakainya, saya coba memakai tipis saja tapi ternyata hasil yang didapatkan tidak semaksimal kalau saya memakaikan produk menutupi kulit saya secara sempurna.

Hasilnya, setelah saya basuh dengan air hangat kulit, saya terasa lebih lembut sekali dan terasa lembap. Walaupun mungkin tidak seperti kebanyakan clay mask lainnya yang membuat kulit lebih bersih, dalam hal membuat kulit tampak lebih cerah, masker ini masih di bawah kemampuan Glamglow Supermud dan Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask. Tapi, kulit benar-benar jauh lebih baik rasanya setelah memakai masker ini. Apalagi skincare terasa lebih mudah menyerap setelah pemakaian masker ini.

Satu hal yang perlu diperhatikan, green clay mask ini meninggalkan residu berwarna hijau di kulit, jadi harus benar-benar dibilas bersih. Jika tidak, di kapas toner, kita masih akan menemukan residu hijau. Kalau begini biasanya saya akan menggunakan exfoliating toner saya dua kali supaya benar-benar bersih.

I’ll keep this in my mask rotation for eternity for sure because it gives my skin a smooth and soft texture. That’s why I love you Menard, you nevel fail me.

Untuk harganya sendiri, produk ini dibanderol Rp360.000 untuk 90 gram.