Yay or Nay: the Liner Cushion

Setelah kehebohan BB Cushion, tiba-tiba muncul tren baru di Korea: liner cushion dan juga blusher cushion. Intinya, sih, mirip dengan produk BB Cushion di mana terdapat suatu bantalan yang sudah ‘direndam’ oleh produk terlebih dahulu dan kita perlu menggunakan suatu alat – dalam hal BB Cushion adalah spon – untuk mentransfer produk tersebut ke wajah kita. Pada BB Cushion, metode tersebut membuat BB Cream yang tadinya berbentuk cair jadi lebih mudah digunakan, karena kesannya menjadi seperti produk compact. Tapi sebenarnya tekstur produk tetap cair atau semi cair karena terjaga liquidity-nya pada bantalan. Hasil yang didapatkan pun lebih dewy. Begitu pula blusher cushion, konon hasilnya lebih natural dan membaur pada kulit.

Bagimana dengan liner cushion? Konsepnya mirip dengan BB Cushion di mana bantalan yang ukurannya lebih kecil direndam dalam semacam tinta berwarna hitam atau warna lainnya tergantung warna eyeliner yang kita pilih. Tekstur liner cushion jadi mirip stamp pad yang direndam oleh tinta. Biasanya cushion yang dipakai spongy sehingga bisa menyerap lebih banyak produk. Hasilnya adalah antara kombinasi gel eyeliner yang presisi dan bentuknya lebih terkontrol karena menggunakan kuas sesuai keinginan kita tapi warna dan bentuknya bisa setajam dan setipis liquid eyeliner.

Etude-House-Lockn-Summer-Proof-10-Cushion-Lockn-Liner

Cushion liner yang akhirnya saya beli karena penasaran adalah Etude Lock ‘N Summer Proof 10 Cushion Lock ‘N Liner. Produk ini sepertinya produk yang keluar untuk musim panas, jadi menjanjikan staying power. Tapi ternyata janji tinggal janji, setelah saya pakai produknya baru beberapa jam saja warna eyeliner saya sudah fading walaupun tidak smudgingStrike one for the cushion liner.

Selain itu, dari segi formulasi sendiri ternyata eyeliner ini walaupun produknya dengan mudah berpindah ke kuas – kuas hanya tinggal ditotolkan ke cushion liner - akan tetapi saat menggambarkan garis eyeliner, saya tidak bisa menggambar hanya dalam satu goresan untuk seluruh mata saya, bahkan setengah saja tidak bisa. Dikit-dikit saya harus menotolkan kembali kuas saya ke cushion linerIt irritates me! Selain itu, warnanya juga tidak sepekat liquid eyelinerStrike two and three there.

Satu hal positif tentang produk ini adalah harganya yang sangat terjangkau, seingat saya hanya sekitar 10,000 won jadi tidak begitu mahal. Tapi kalau tidak berguna, untuk apa juga saya beli, ya?

Tapi kalau saya baca-baca ulasan para blogger banyak yang menyebutkan cushion liner keluaran dari Hera yaitu merek kecantikan level department store yang harganya lumayan. Katanya, sih, cushion liner milik Hera ini didaulat tahan lama dan mudah digunakan. So I haven’t put my final verdict yet for cushion liner. Hanya saja sayangnya cushion liner milik Etude House ini tidak seperti yang saya harapkan.

Pernahkan kalian mencoba cushion liner? Merek apa dan bagaimana kesan kalian? Share away.