On Being a Woman

Menjadi perempuan itu banyak sekali tuntutannya. Saya suka teringat dengan petuah orang tua yang menanamkan berbagai parameter mengenai bagaimana permpuan yang baik seharusnya bersikap, bertindak, dan terlihat seperti apa.

“Jangan main-main di matahari, nanti bau dan item,” (Valid advise). “Jangan suka lari-lari kayak lelaki,” (Well…nasihat ini agak-agak blur, ya, maksudnya). “Kalau ngomong, ya mbok jangan kepinteran, nanti nggak ada yang mau sama kamu.”  (Heh, apaaaa? *nggak terima).

Nasihat orang tua tidak ada yang jelek, semuanya bermaksud baik; bahkan yang sekarang kita pikir sebagai nasihat yang ngeselin, maksudnya tetap baik. Coba, deh, perhatikan, walaupun sedikit misleading,  keinginan mama saya adalah agar saya terjaga. Menurut norma jaman dahulu, menjadi perempuan yang baik sama artinya dengan menerima nasib bahwa kita adalah makhluk yang patut dijaga. Positif, dong, ini maksudnya. Tapi apakah mendorong keberadaan perempuan untuk menjadi dirinya sendiri? Hmmm… tidak terlalu, ya.

Di kantor Female Daily kebetulan sedang heboh-hebohnya saling mengeksplor artinya menjadi perempuan. What does it take to be an inspiring woman. Bermacam-macam pendapat serta persepsinya. Ada yang berpendapat bahwa perempuan yang inspiratif adalah perempuan yang mempunyai pendidikan tinggi serta karir sukses, ada yang berpendapat bahwa berparas cantik dan bertubuh langsing itulah yang inspiratif, atau perempuan yang mempunyai keinginan untuk maju yang besar, dan lain-lainnya. Tapi dari itu semua, ada satu yang cukup teringat oleh saya, yaitu pendapat Hanzky sebagai salah satu juri di L’Oreal Paris Women Of Worth Program. Selain merawat diri dan memperkaya diri, cerdas juga wajib hukumnya bagi perempuan.”

Jadi, perempuan itu sebaiknya peduli dengan isi luar dan dalam. Tapi saya juga kemudian jadi berpikir, memang kalau lelaki tidak perlu peduli isi luar dan dalam? Apakah berpenampilan baik serta berusaha memperkaya diri dengan ilmu dan pengetahuan yang baik sifatnya gender restrictive, ya? Naaah, kalau itu mungkin untuk pembahasan di post terpisah, ya :)

It’s true and I completely agree. Kadang perempuan  dibatasi dengan pemikiran bahwa untuk menjadi keduanya itu, kok, seperti tidak tahu diri, ya? Pernah nggak dengar kata-kata seperti  “Kamu ‘kan tidak secantik (insert name), makanya belajar yang tekun supaya pinter,”  atau “Ngapain, sih, belajar dandan, nanti dikira perempuan otak kosong, taunya dandan melulu.” Mungkin maksudnya baik, tapi pemikiran seperti itu sudah sangat outdated. Sekarang, fokus perhatian sudah tidak lagi pada bagaimana sebenarnya perempuan musti bersikap, tapi lebih kepada apa yang perempuan bisa lakukan untuk dirinya, keluarganya serta lingkungan sekitarnya. So, the question whether we should look good while doing it, is no longer a question – it’s a norm. Yes, ladies, do something truly worthwhile and look damn good while doing it!

emma

Emma Watson is doing it right, here.

Speaking of looking good,  saya termasuk orang yang lebih memilih melengkapi diri dengan skincare daripada makeup. Menurut saya, perawatan kulit wajah, tuh, sama sifatnya degan mengasah  pengetahuan, karena bersifat memperbaiki dari dalam dan saya merasa  dampaknya lebih lama terhadap diri kita.

Produk L’Oreal Revitalift ini termasuk ‘go-to skincare saya pada saat memasuki usia 30 tahunan. Saat itu saya memerlukan produk anti-aging yang potent dan tidak bikin miskin seketika. Kulit saya memang agak ‘badak,’ sih, alias pakai skincare apapun kadang-kadang tidak terasa efeknya. Namun pemakaian rutin L’Oreal Paris Revitalift Day Cream dan Night Cream ini sebagai salah satu perawatan rutin anti-aging sejak awal adalah salah satu alasan mengapa kondisi kulit saya tetap baik bahkan sampai memasuki usia 40.

Ipongita

Produk L’Oreal Paris Revitalift Day Cream ini diperkuat oleh Pro-Retinol A yang dapat menstimulasi regenerasi sel kulit untuk mengembalikan kesehatan kulit, dan kandungan Centella Asiatica yang meningkatkan kekenyalan kulit dan menyamarkan kerutan. Kombinasi kandungan dari ingredient ini mempercepat perbaikan sel, mengurangi kerutan, mengencangkan kulit serta melembapkan kulit. Everything I want in an anti-aging product.

REVITALIFT

Menjadi perempuan memang banyak tidak mudahnya, but boy oh boy,  how fun is it being a woman. L’Oreal Paris adalah beauty brand yang mengusung rasa percaya diri yang merupakan salah satu atribut kecantikan perempuan sebagai individu yang ‘worth it.’ Oleh karena itulah L’Oreal Paris menjalankan program Woman of Worth ini. Agar semua perempuan, siapapun dia, mengenali betapa berharganya dia dan betapa besar potensinya sebagai penyulut inspirasi. I, as a woman, appreciate this fully. I won’t let myself be restricted to conventional views that hamper me from realizing my full potential as a woman.

Sekarang, jangan tanya sama diri sendiri apakah bisa menjadi inspirasi, tanyalah kenapa TIDAK menjadi inspirasi. Yuk, jadi bagian dari program ini.  Be part of the inspiration, nominate yourself or the woman of your inspiration as Woman Of Worth here.