Non-Drying & Dry Skin Approved: DHC Salicylic Acne Toner

Dalam perburuan saya mencari exfoliating toner, saya menemukan produk DHC Salicylic Acne Toner. Walaupun produk ini tidak asing di telinga saya, tapi entah kenapa saya tidak pernah mencobanya. DHC adalah merek Jepang yang terkenal dengan cleansing oil-nya yang ampuh membersihkan makeup dan ringan. Walaupun di Indonesia belum ada, tapi DHC mudah ditemukan di Singapura dan Malaysia. Which means, we can easily get it from Market Plaza through pre-order.

DHC Salicylic Acne Toner adalah toner dari seri kulit yang rentan jerawat. Biasanya lini seperti ini identik dengan produk-produk yang mengeringkan dan kaya akan astringen. Tapi mengingat DHC adalah produk yang berasal dari Jepang dan toner keluaran Jepang biasanya sangat melembapkan, jadi saya pede saja mencobanya.

salicylic-acne-01

Produk ini dilansir sebagai produk yang aman untuk kulit sensitif dan bebas alkohol. Mengandung kandungan aktif salicylic acid 2% untuk membantu eksfoliasi harian. Saya langsung menggunakannya dua kali sehari; walaupun kalau dibaca lagi anjurannya, untuk kulit sensitif dimulai dengan sekali sehari dan frekuensi pemakaian bisa ditambah menjadi dua sampai tiga kali sehari pemakaian sesuai kebutuhan. Hal ini dikarenakan pemakaian toner ini bisa mengakibatkan kekeringan pada wajah.

Setelah memakainya dua kali sehari selama sekitar dua minggu, berikut adalah pendapat saya tentang toner ini:

  • Sama sekali tidak membuat kering wajah walaupun efek setelah pemakaian meninggalkan wajah saya terasa silky dan matte.
  • Kulit saya benar-benar terasa ‘bersih’ setiap baru menyapukan toner ini di wajah, dan over time saya bisa melihat wajah saya terlihat lebih cerah akibat eksfoliasi harian.
  • Tidak terasa panas di wajah.

Untuk saya, produk ini cukup efektif dan tidak membuat kering. Although I’m easing my way back into daily exfoliation. Mungkin untuk mereka yang memerlukan eksfoliasi lebih, maka produk ini bukan untuk mereka. Jangan takut dengan label acne di produk ini karena aman dipakai untuk saya yang memiliki kulit kering sekalipun.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa dicatat mengenai produk ini. Pertama produk ini mengandung asam salisilat 2% sedangkan ada beberapa produk lainnya di pasaran dengan kandungan AHA/BHA lebih tinggi yang bisa menjadi alternatif jika mencari sesuatu yang bekerja lebih keras lagi. Kedua, AHA/BHA bekerja lebih efektif di spektrum pH lebih mendekati ke angka 4 sedangkan waktu saya tes produk ini memiliki pH di atas 5 – menurut kutipan Paula Begoun, produk ini memiliki kadar pH 5.2. This fact doesn’t stop me from recommending it because it works on my skin.