Kandungan yang Harus dihindari Pada Toner: Alkohol!

Beberapa tahun lalu, hmm, tepatnya delapan tahun lalu, ¬†saya pernah menulis tentang toner:To Tone or Not To Tone?” Sepertinya ketika itu saya masih galau dengan perlu atau nggaknya memakai toner. Selain bingung tentang manfaatnya, saya juga tidak merasakan kenyaman saat memakai toner.

toner-clearasil

Fast forward to today, I cannot live without toner. Yang sekarang saya pakai adalah Essential C Toner dari Murad. Ini juga pertama kalinya saya memakai toner dengan kemasan spray. Ternyata, lebih menyenangkan, ya? Setelah selesai membersihkan wajah, saya selalu excited untuk menyemprotkan toner ini ke seluruh wajah. Bahkan saya juga memindahkan sebagian ke botol kecil untuk di makeup pouch. Jadi, ketika wajah sedang terasa kurang segar atau kering, saya memakai toner ini sebagai pengganti mist.

Baca juga: Budget Beauty, DIY Toners

Anyway, now I know why I didn’t like toner back then. Penyebabnya tak lain karena toner yang saya pakai dulu mengandung alkohol! Baru-baru ini, saya membeli toner Clearasil tanpa melihat kandungannya dan ketika saya coba, ugh, it brings back a not so happy memory and it reminds me why I didn’t use toner at that time. Ketika saya cek kandungannya, Alcohol Denat ada di daftar nomor dua. No wonder! Dari baunya saja saya sudah nggak suka, dan ketika dipakai juga tidak melembapkan wajah sama sekali. Bahkan membuat wajah terasa lebih kering. Memang sih, ¬†kebanyakan toner dari western skincare fungsinya lebih untuk mengangkat sisa-sisa residu. Berbeda dengan toner merek Asia yang berfungsi untuk melembapkan, calming, dan juga mempunyai anti-aging property. Skincare Asia ‘kan menganut double cleansing, jadi nggak lagi memerlukan toner untuk mengangkat sisa-sisa makeup.

Jadi, kalau selama ini Anda belum menemukan manfaat dari memakai toner, check dulu kandungan yang ada di dalamnya. Kalau alkohol ada di dalam barisan teratas, bisa jadi itu alasannya.