Why I Love Astalift Cleansing Oil

Seperti yang sudah dituliskan oleh Sarah di artikel mengenai Astalift sebelumnya, merek ini memang sedang naik daun di antara para member Female Daily. Saya sendiri paling gampang keracunan kalau sudah menyangkut skincare yang mendapat banyak ulasan positif. Oleh karena itu, saya jadi penasaran untuk langsung mencoba merek ini, apalagi memang sudah lama produk ini  bertengger di wishlist saya.

Biasanya, kalau mencoba sebuah merek yang benar-benar baru, saya akan memulai dari cleanser atau toner-nya dahulu karena kemungkinan untuk iritasi akibat pemakaian kedua jenis produk ini kecil. Begitu merasa puas, baru saya beranjak ke produk selanjutnya. Produk pertama yang saya coba dari Astalift adalah cleansing oil. Saya sendiri memang bukan pecinta produk cleansing oil, karena pada kulit saya yang kering, entah mengapa saya merasa cleansing cream atau balm lebih terasa nyaman di kulit. Jadi, kalau menyangkut cleansing oil, saya bisa picky sekali.

2-cleansing-oil

Astalift Cleansing Oil dikemas dalam botol pump berukuran 120 ml dan bisa dibeli di Zalora seharga Rp. 320,000,-. Kalau dipikir-pikir dengan isinya yang sedikit sekali, harganya lumayan mahal. Tapi memang harganya masih lebih murah ketimbang Shu Uemura Cleansing Oil jika kita membeli botol kecilnya. Kemasan pump seperti ini sendiri menurut saya paling enak untuk cleansing oil, karena setelah kita membersihkan wajah, kita tidak usah menutup botol kembali dan produk pun tetap steril karena tidak terekspos udara terlalu lama.

Warna cleansing oil ini memang agak sedikit oranye seperti kebanyakan produk Astalift, jadi jangan mengira kalau produk yang kalian punya sudah tidak bagus. Teksturnya sendiri tidak seperti oil yang kental, tapi lebih cair dan ringan, hampir menyerupai Shu Uemura Cleansing Oil. Saya hanya perlu sekitar setengah sampai satu pump untuk membersihkan seluruh makeup saya, tergantung makeup yang saya gunakan hari itu – kalau makeup agak tebal dan semuanya waterproof, maka saya akan menggunakan satu pump penuh. Jadi, satu botol tersebut bisa bertahan lebih dari 4 bulan menurut prediksi saya.

Begitu saya balurkan cleansing oil ke seluruh wajah, terlihat makeup saya langsung luntur dan terurai bersama minyak ini. Begitu juga dengan maskara waterproof  yang dapat dengan mudahnya luruh. Biasanya, walaupun secara kasat mata terlihat sudah bersih, tapi saya akan memijat dengan ringan beberapa detik terlebih dahulu agar yakin kalau semua makeup sudah terurai. Baru setelah itu dengan tangan basah saya akan memijatnya kembali untuk mengemulsifikasi produk sehingga luruh menjadi air. Proses emulsifikasinya pun tidak butuh terlalu lama, begitu tersentuh tangan yang basah, cleansing oil langsung berubah cair dan berwarna keputihan.

My verdict? This is one cleansing oil that I can live with. Cocok untuk dipakai di hari-hari saat saya sedang malas membersihkan wajah dengan cleansing cream, karena memang proses membersihkan wajah dengan cleansing oil jauh lebih cepat dan juga untuk makeup tebal jauh lebih bersih. Selain itu, produk ini juga mengandung antioksidan Astaxanthin dan Lycopene yang bagus untuk kulit, apalagi yang terpapar oleh berbagai agresi eksternal.