Beautypedia: Fermentasi & Kandungan Aktif Perawatan Wajah

Pertama kali saya mendengar mengenai fermentasi dan kaitannya dengan skincare mungkin 10 tahun lalu, pada saat saya memulai memakai skincare SK-II. Produk andalan mereka, SK-II Facial Treatment Essence, mengandung Pitera yang dihasilkan dari fermentasi ragi.

Baca: The Magic of Pitera.

Tapi, akhir-akhir ini kita semakin sering mendengar tentang produk yang mengandung bahan aktif dari hasil fermentasi, terutama jika berbicara tentang produk keluaran Korea. Sepertinya, hampir semua produk keluaran Korea pasti sedikit banyak memiliki kandungan yang dihasilkan dari fermentasi. Kalau melihat tren makeup dan skincare, saya yakin, sih, skincare dengan kandungan hasil fermentasi masih akan booming ke depannya. Lihat saja apa yang terjadi dengan tren BB Cream, bermula dari Korea dan sekarang mendunia. Nah, begitu pula dengan tren skincare ini, yang sudah mulai merambah ke barat juga ternyata. Sebut saja Estee Lauder yang baru-baru ini meluncurkan Micro Essence dengan kandungan aktif Micro-Nutrient Bio-Ferment. Di Korea sendiri sudah ada merk Sulwhasoo yang terkenal dengan kandungan andalan mereka yang dihasilkan dari fermentasi ginseng. LG Household & Healthcare juga meluncurkan Su:m 37 dan Sooryehan Hyo beberapa tahun silam demi menyikapi tren ini.

RL-Tyner-Kimchi-+-Soybean-Past-Fermentation-Pots

Fermentasi adalah proses di mana konversi dari gula menjadi asam, gas atau alkohol terjadi. Pada proses ini juga ragi mengeluarkan berbagai enzim bermanfaat bagi manusia. Proses fermentasi menghasilkan bahan-bahan baru dari tanaman umum yang lebih bermanfaat dan menginduksi efek positif bagi kulit.

Su:m 37 sebagai merk fokus menggunakan kandungan hasil fermentasi karena mereka melihat berbagai macam efek positif bagi kulit yaitu karena “…bahan hasil fermentasi alami penuh dengan gula dan asam dari buah, yang dikenal dengan berbagai keunggulannya untuk kelembaban. Asam amino seperti glisin, menghasilkan kolagen dan meningkatkan vitalitas sel. Hal ini meningkatkan kulit kusam dan rusak kulit kembali ke kondisi vital aslinya dan meningkatkan elastisitas kulit menjadi kencang lagi”, seperti dikutip dari website mereka.

Kandungan hasil fermentasi juga kaya akan vitamin untuk mengaktifkan oksigen yang merusak sel-sel kulit dan menghilangkannya. Sehingga dapat menggagalkan proses penuaan pada kulit, pigmentasi dan gejala penuaan dini. Selain itu, efek anti-inflamasi dari ekstrak ragi dapat mencegah dan menyembuhkan pigmentasi serta juga merupakan anti-oksidan.

The golden question: Apa benar kandungan hasil fermentasi bagus untuk kulit kita?

Pada saat proses fermentasi berlangsung, struktur molekul dari kandungan seperti buah, rempah dan ragi yang banyak digunakan sebagai kandungan dasar, memuai dan menghasilkan kandungan aktif yang lebih terkonsentasi dengan tekstur yang lebih ringan, sehingga dapat menyerap lebih mudah pada kulit dan bekerja lebih efektif. Kandungan ini pun dinilai lebih cocok untuk mereka yang memiliki kulit sensitif karena kandungan aktifnya dihasilkan dari proses natural yang minim.

Jadi, masih berpikir-pikir tentang mencoba produk dengan kandungan aktif hasil fermentasi? Think again.