Kulit Kenyal & Cerah Secara Instan dengan History of Whoo Nok-Yong Pack

Akhir-akhir ini, saya sedang terobsesi dengan masker. Kalau dulu saya sangat hobi dengan tissue mask, sekarang saya sedang mencoba masker yang tidak menggunakan bahan tisu sama sekali dan tinggal dicuci (wash off mask). Jadi, jangan heran, yah, kalau saya nantinya akan memberikan ulasan beberapa masker.

Dari beberapa masker yang belakangan ini saya coba, History of Whoo Nok-Yong Pack langsung mendapatkan tempat spesial di hati saya. Mengingat saya memiliki kulit kering, begitu mendengar bahwa masker ini menjanjikan kulit lembab, kenyal serta nampak lebih bersih setelah memakainya, I’m immediately sold!

Whoo

Nok-Yong Pack memiliki kandungan utama nok-yong atau ekstrak tanduk rusa, royal jelly dan madu. Tujuannya adalah memberikan nutrisi untuk kulit kering dan membantu sirkulasi darah di wajah. Dengan melancarkan sirkulasi darah maka kulit akan terlihat lebih cerah karena memberikan kesan warna agak pink dan kulit juga menjadi lebih kenyal.

Penggunaannya sendiri ada kiat-kiatnya. Produk tersebut harus digunakan tidak hanya pada kulit yang sudah bersih, tapi juga sudah menggunakan toner serta pre-essence atau booster. Karena saya tidak memiliki pre-essence dari History of Whoo yaitu Bichup Serum, maka saya memakai Sulwhasoo First Care Serum atau Secret Key Starting Treatment Essence. Baru kemudian saya menggunakan toner saya. Dengan memakai kedua produk ini terlebih dahulu, bukan saja membantu penggunaan masker lebih mudah diratakan di wajah karena teksturnya yang sangat lengket dan kental, tapi pre-essence juga mendorong efikasi masker untuk bekerja lebih baik. Pada saat saya mencoba memakainya tanpa memakai toner terlebih dahulu, masker ini susah sekali diratakan di wajah. Yang membuat saya agak kaget saat melihat masker ini adalah warnanya yang agak krem dan lebih terlihat seperti foundation ketimbang masker. Tapi ketika dipakai di wajah, hasilnya transparan.

Dalam meratakannya ke wajah pun ada teknik pemakaian dan pemijatan  tersendiri guna memastikan beberapa titik vital akupuntur yang tepat di wajah terstimulasi dan juga merelaksasi wajah pada saat masker bekerja. Jadi, jangan lupa untuk memperhatikan instruksi cara pemijatan wajah yang benar yang diberikan pada kertas informasi produk sebelum menggunakan produk tersebut.

Kesan pertama pada saat saya menggunakan produk ini adalah muka saya terasa agak sedikit panas dan seperti digigit semut. Mirip sekali seperti sensasi yang sama kalau saya sedang memakai mud mask. Sepertinya ini menandakan kalau produk sedang bekerja dalam menstimulasi sirkulasi darah saya. Perasaan hangat ini pun tidak cepat hilang. Selama pemakaian 10 – 15 menit masker terus terasa agak hangat di wajah. Setelahnya, saya bilas dengan air hangat dengan memijatnya halus.

Pada pemakaian pertama saya bisa langsung melihat bahwa kulit saya terlihat lebih halus dan kenyal. Yang paling terkesan tentu saja halusnya. Walaupun memiliki efek yang mirip dengan mud mask tapi masker ini tidak membuat kulit saya kering kerontang. Malah, malam itu saya tidak memakai serum untuk menambahkan hidrasi dan tetap saja saya bangun pagi dengan wajah yang tidak kering dan terlihat lebih kenyal dari biasanya.

Setelah pemakaian ketiga, saya baru benar-benar melihat bahwa kulit saya terlihat lebih bersih dari biasanya dan pada saat yang sama saya juga tidak memakai mud mask lagi untuk membersihkan pori-pori saya. Jadi, memang benar kalau dibilang kalau masker ini serbaguna: memberikan kelembaban, membersihkan pori-pori dan membuat kulit lebih kenyal serta halus.

Masker ini cocok sekali untuk mereka yang memiliki kulit normal, kering dan juga mulai telihat tanda-tanda penuaan dini. Alternatif yang tepat untuk masker yang dapat membersihkan pori-pori sekaligus melembabkan. Harganya sekitar USD 45 di Korea Selatan, akan tetapi pasti kalau sudah sampai Jakarta akan lebih mahal. But its totally worth it!