“Crimes” Against Beauty Products

Saya mulai lebih memperhatikan kondisi produk kecantikan karena ternyata ada hal-hal yang kelihatannya sepele tapi kalau terus dilakukan akan merusak kondisi produk. Hal simple (tapi agak malas dilakukan), seperti mencuci makeup brush seminggu sekali, kini sudah rutin dilakukan.  Selain itu, saya juga semakin memperhatikan kebersihan tangan sebelum mengaplikasikan skincare dan makeup jika menggunakan jari tangan.  Tapi, nggak dipungkiri juga saya pernah dan kadang-kadang masih melakukan beberapa “crime” yang bisa merusak kondisi produk kecantikan, yang tentunya perlu dihentikan.

Crime: Leaving beauty products in car.

Meninggalkan produk makeup di mobil memang lebih praktis.  Kalau toh sampai ketinggalan makeup pouch, di mobil sudah ada “serep”. Tapi, meninggalkan produk makeup di dalam mobil ternyata bisa merusak produk itu sendiri.  Memang tergantung tempat parkirnya, di gedung parkir lebih aman dibandingkan dengan parkir di tempat terbuka yang terkena sinar matahari terik. Panas dari sinar matahari bisa merusak warna dan kondisi produk tersebut.  Saya sendiri dulu pernah meninggalkan parfum di dalam mobil, dan mungkin karena tersenggol atau teledor, tutup parfumnya nggak rapat.  Begitu mau dipakai malam hari sepulang kerja, isi botol parfum sudah kosong karena menguap. Kosong tanpa sisa.  Sedih bukan main karena itu full-sized bottle.  Lipstick juga pernah meleleh karena ditinggal di dalam mobil. Ya memang, sih, bisa dibekukan lagi di freezer, tapi bentuknya jadi nggak sebagus aslinya. Lesson learned.

Penalty: Bring small makeup pouch, just for the essentials

photo