Wednesday Wishlist: Canvas & Concrete Fragrance Primer

Canvas-Concrete-Fragrance-Primer

Membaca judulnya, mungkin bagi yang belum tahu akan berpikir,” What? Now we need a primer for fragrance??
Jawabannya adalah ya dan tidak.

Before i elaborate on each answer, let me explain to you what is a perfume primer and why do i care about it with a personal experience of mine.

Suatu kali dalam sebuah acara liputan parfum premium yang tergolong niche, saya dan para teman-teman editor langsung tergila-gila dengan parfum yang wanginya mewah itu. Nggak terlalu woody atau powdery seperti Chanel no.5, tapi misterius dan klasik. Ada sensualitas tersendiri hingga parfum itu terkesan mahal (dan memang mahal sih). So imagine our delight when all of us were given a bottle of the perfume as a press sample!
Keesokan harinya, saya nggak sabaran ingin cepat-cepat melimpahi diri dengan mewahnya aroma parfum tersebut. I’m gonna smell so expensive and classy and impress people, saya pun membatin. Sayangnya, ketika menyemprotkannya ke kulit, takdir pun berkata lain.
Entah kenapa, aroma yang tadinya begitu segar dan mewah, berubah menjadi sengit dan menyengat. Pupuslah harapan saya untuk tercium harum bak seorang bangsawan. Beberapa hari kemudian, saya pun mendapat bbm dari seorang teman editor:
“Puch, kamu cocok nggak pake si parfum xxxx itu? Kok gue nggak ya. Padahal pas lagi launchingnya enak banget deh perasaan. Tapi pas kena kulit gue kok jadi kaya minyak nyong-nyong -_- ”

Saya pun langsung menggebu-gebu membalas pesan tersebut, antusias karena merasa tak sendirian “dimusuhi” oleh si parfum mahal itu. Memang bukan salah si parfum sih, tetapi saya kurang beruntung saja karena chemistry antara kulit saya dengan si parfum tidak berjodoh, karena teman saya yang lain ternyata cocok sekali sama parfum ini dan wanginya enak banget.

Andai saja semua parfum bisa tercium persis seperti di botolnya, atau ketika disemprotkan di kertas tester..

Now enter Canvas & Concrete Fragrance Primer. Singkatnya, primer parfum ini berfungsi sebagai ‘barrier’ antara kulit dengan parfum, mencegah aromanya untuk terserap ke dalam kulit dan bercampur dengan ph kulit dan our own body odor. Selain itu, dengan “melapisi” kulit dengan primer ini sebelumnya, wangi parfum akan bertahan lebih lama. Aromanya menjadi lebih ‘jujur’, dan lebih kuat. Bukannya menguap bersama aroma dan panas tubuh, aromanya malah akan bertahan dan terkunci di permukaan kulit yang disemprotkan primer ini. Bahkan Canvas & Concrete rencananya akan mengeluarkan seri baru yang menjanjikan aroma parfum dapat bertahan dari pagi, hingga pagi lagi!

Jadi, apakah saya benar-benar membutuhkan sebuah primer untuk parfum?
Ya, untuk digunakan sebelum parfum yang ternyata kurang berjodoh dengan kulit saya, ketika kecele membeli parfum yang ketika disemprotkan ke kulit ternyata aromanya berbeda, intinya ketika menginginkan parfum agar beraroma sesuai ekspektasi . Dan tentu saja untuk mengunci aroma parfum lebih lama sehingga tak perlu sering-sering menyemprotkan parfum lagi.

Tidak, jika Anda lebih menyukai aroma parfum yang berbaur dengan ph kulit, creating your own personal scent, atau beruntung karena kulit Anda ‘menangkap’ aroma terenak dari setiap parfum.

Sounds intriguing, doesn’t it?