IFW 2014: Sporty Vibe dan Gerak Tak Terbatas Dari Kle, Hunting Fields, 8Eri dan Danjyo Hiyoji

Karya desainer muda yang telah membuktikan kesuksesan labelnya selalu ditunggu-tunggu dalam sebuah event fashion week. Desain mereka pragmatis, selalu ready to wear yang berorientasi pada pasar anak muda yang dinamis, selalu menginginkan hal baru dan ingin tampil beda.  Para desainer muda ini sangat kreatif dan berjiwa enterpreneur untuk meramu brand yang diusung sehingga koleksi barunya selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya.

Dalam IFW 2014, segmen busana edgy-casual yang mewakili semangat kaum muda ditampilkan oleh 4 brand yaitu Kle, Hunting Fields, Danjyo Hiyoji dan 8Eri. Show yang dihadirkan oleh Laurier ini mengangkat tema ‘Thin is In’, menginterpretasikan gaya fashion yang mendukung gerak tak terbatas, fleksibel, super aktif dan sangat sporty.

klecollage

Kle

huntcollage

Hunting Fields

dancollage

Danjyo Hiyoji

ericollage

8Eri

 

Dari keempatnya, Danjyo Hiyoji berhasil tampil stand-out dan memukau lewat koleksinya En-Garde yang secara all-out menerjemahkan gaya seorang master anggar (mereka bahkan menampilkan aksi dua pemain anggar profesional sebagai pembuka show!). Busana pemain anggar disajikan secara detil, dengan segala macam dan kemungkinan potongannya. Ditambah lagi dengan aksesori penutup mata dan kepala yang sporty sekaligus eksentrik namun terlihat sangat high fashion.  Koleksi yang didominasi warna putih ini sekejap saja langsung mendapat apresiasi tinggi dari penonton.

Kle dengan koleksinya Levitation sebenarnya memiliki tema dan impresi yang kuat, mengkombinasikan femininitas dan sporty look dalam look yang baru dan segar. Rok dan celana high-waist, frills sifon, sheer top, bomber jacket, custom print dan oversize outer yang selalu menjadi kekuatan Kle, namun perpaduan semuanya itu masih terasa membingungkan.

Sementara Hunting Fields dan 8Eri masih tetap dengan looks dan detail yang selama ini menjadi karakternya. Hunting Fields membuat digital prints bertema ubur-ubur, yang seolah bergerak halus dalam warna-warna laut segar. Sementara Eri Dani yang konsisten membuat busana dengan potongan penuh lipatan, draperi dan pola dekonstruktif, mengambil tema bambu dengan tampilan keseluruhan yang rustic dan lebih membumi.

Sederhana, mudah dicerna dan tetap berkelas, begitulah para perancang muda ini menerjemahkan koleksinya yang dipersembahkan untuk perempuan muda masa kini dengan tuntutan ‘gerak tak terbatas’.