JFW 2014: Parade Busana Muslim Desainer APPMI

Hari keempat JFW 2014, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) turut serta dalam pekan mode menghadirkan parade busana muslim ready-to-wear. Dominasi busana yang dihadirkan ketujuh desainer berbentuk gamis ataupun two pieces yang dibalut dengan unsur etnik. Ketujuh desainer yang berpartisipasi adalah Najua Yanti, Hannie Hananto, Merry Prmaono, Lia Afif, Tuty Adib, Hennie Noer dan Feny Mustafa.

Najua Yanti, mengangkat kain tenun NTB, ia membuat gamis bersiluet mediteranian yang ringan, longgar dan menjuntai. Dipadukan dalam pilihan warna yang cerah seperti oranye dan merah dengan aksen keemasan serta aplikasi bahan velvet membuat koleksi ini begitu hangat.

Najua Yanti

Hannie Hananto, keinginannya untuk membuat busana muslim yang minimalis ia tuangkan pada koleksinya kali ini. Hannie menghadirkan busana siap pakai dalam warna monokrom hitam-putih dengan detail kulit imitasi. Tambahan aksesori berwarna silver melengkapi tampilan yang sederhana namun stylish ini.

Hannie Hananto

Merry Pramono, desainer yang concern pada busana pesta untuk muslimah ini, kali ini mengangkat tema klasik vintage. Ia membuat busana muslim panjang dengan ruffles dari material sequin dan ornamen kain songket di beberapa sisinya. Nuansa putih dan pastel yang lembut dipadukan dengan sentuhan lace dan pearl ala The Great Gatsby tahun 20’an seketika menghasilkan kesan yang glamour.

Merry Pramono

Lia Afif, masih dengan benang merah tenun dan gamis, ia menghadirkan padanan kain tenun endeg khas Bali dan tenun NTB, dengan detail manik-manik besar di bagian dada. Warna tenun Bali yang sudah cerah dipadukan dengan kain sifon yang berwarna lebih muda. Lia menambahkan aksesori kepala berupa topi dengan lengkungan yang ia sebut ala Mesir kuno.

Lia Afif

Tuty Adib, tak seperti rancangannya sebelumnya yang menggunakan warna pastel, kali ini pemilik label Bilqis ini menghadirkan koleksi dramatis berwarna hitam, putih dan abu-abu. Kesan mewah ditonjolkan dari kombinasi sutra organdi, duchess dan tulle yang membentuk gamis berkerut dengan permainan detail batu-batuan.

Tuty Adib

Hennie Noer, mencoba menyatukan kesan etnik dari tenun dengan gaun pesta yang elegan, ia menggunakan chiffon yang ringan dan kain tenun tradisional. Dipadupadankan dengan aksesori dari kuningan dan hiasan mote pada gaunnya, Hennie mengemas apik tampilan etnik yang anggun.

Hennie Noer

Feny Mustafa, bersama Zoya ia mempersembahkan sebuah adikarya unik dari puluhan helai scarf Zoya yang merupakan salah satu produk andalannya. Scarf berbahan polyster yang nyaman ini dibentuk sedemikian rupa menjadi busana ditambah dengan detail seperti braid dan layer. Penutup show yang membuat penonton takjub dengan tampilnya headpiece raksasa dari kertas bekas :)

Feny Mustafa