Let’s Drink Oolong Tea, Shall We?

Saya rasa kita semua sudah nggak asing lagi dengan kopi.  Tinggal dan bekerja di Jakarta sepertinya sangat lekat dengan kopi.  Meeting di coffee shop, bekerja di coffee shop, ngobrol dengan teman duduk di coffee shop.  Saya sendiri hampir setiap hari minum kopi.  Entah beli fresh brewed kopi di Starbucks, atau gampangnya ngaduk sendiri di dapur atau pantry kantor.  Alasan utamanya, sih, memang karena ngantuk dan ingin “dibangunkan” oleh kafein.

Namun beberapa bulan belakangan ini, karena sedang maraknya gaya hidup sehat di kantor Female Daily, saya jadi mulai mengikuti arah hidup sehat ini.  Baby step : mengurangi konsumsi gula yang saya tuangkan di kopi.  Maunya, sih, ikut jejak Hanzky yang minum kopi tanpa gula, tapi apa daya, lidah masih kaget kalau langsung drastis begitu.  Tertarik juga, sih, untuk ikut ngejus seperti Hanzky, Nopai, dan Deszell, tapi sampai sekarang belum beli juicer-nya. :p

Jadi ketika diundang oleh Suntory Garuda untuk mengenal tentang teh, terutama teh oolong, saya tertarik untuk tahu lebih banyak, karena ini bisa menjadi salah satu pilihan minuman sehat yang sangat gampang dibuat sehari-hari.  Ditambah pula dengan manfaat kesehatan yang diberikan oleh teh oolong!  Tapi apa bedanya teh oolong dengan teh lain? Apa khasiatnya? Let’s find out!

Gambar dari sini


Semua teh berasal dari jenis pohon yang sama, Camilia Sinensis.  Namun yang membedakan adalah proses produksinya sehingga bisa didapatkan beberapa jenis teh, sehingga secara umum teh bisa dibedakan menjadi 4 jenis: teh putih, teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Teh oolong sendiri hanya dibuat dari tiga sampai lima pucuk daun teratas.

Hal yang paling membedakan keempat jenis teh ini adalah tingkat oksidasinya.  Teh putih dan teh hijau tidak teroksidasi atau bisa dibilang level oksidasinya paling minimum, teh oolong memiliki level oksidasi yang medium, dan teh hitam teroksidasi secara keseluruhan.  Jadi bisa dibayangkan proses produksi teh oolong ini yang paling tricky karena tingkat oksidasinya yang di tengah.  :)

Teh oolong bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh karena dapat mengaktifkan salah satu protein untuk memproduksi energi dari lemak itu sendiri.  Teh oolong juga menjaga keseimbangan produksi sebum sehingga membantu kita untuk mendapatkan kulit yang sehat.  Antioksidan yang ada di dalam teh oolong pun dapat mencegah penuaan dini, dan dapat mengusir kolesterol jahat.  Kandungan Poluphenols yang ada pada teh oolong memiliki kemampuan untuk menyerap lemak berlebih. Banyak sekali manfaat mengonsumsi teh oolong untuk tubuh kita.  Namun perlu diketahui juga cara menyeduhnya.

Daun teh oolong, berbentuk gumpalan daun yang terpilin.  Gambar dari sini

Ternyata menyeduh teh tidak bisa sembarangan.  Tidak boleh terlalu lama, Kalau cara menyeduhnya salah, rasa tehnya bisa jadi sangat pahit dan malah tidak terasa enak dan aroma wanginya hilang.  Yuk, ketahui dulu cara menyeduhnya!

Cara menyeduh teh oolong panas :

  1. Bilas teko dengan air panas
  2. Masukkan teh oolong ke dalam teko. (takaran teh : untuk teapot ukuran 500cc gunakan 3 sendok teh)
  3. Suhu air 90C
  4. Tuangkan air panas.  Setelah 30 detik, buang seduhannya.
  5. Tuangkan air panas lagi ke dalam teapot. Tunggu sampai 3 – 4 menit, lalu tuangkan seduhannya.
  6. Teh oolong bisa diseduh kembali sampai 3 – 4 kali.

Cara menyeduh teh oolong dingin :

  1. Masukkan 1 sendoh makan teh oolong ke dalam botol berisi 1 liter air.
  2. Masukkan ke chiller, setelah 6 jam, teh bisa disaring.  Teh oolong dingin ini bisa disimpan di chiller maksimum 3 hari dalam botol tertutup.

Nah, sekarang sudah siap, dong, untuk menyeduh teh oolong? :)