Dian Pelangi: Perjalanan 4 Negara & Ramadhan Rose

 

Mei 2013 lalu merupakan satu bulan perjalanan penuh kesibukan bagi Dian Pelangi. Tidak tanggung-tanggung, empat kota dunia: Paris, Melbourne, Den Haag dan Hannover menjadi tempat tujuannya dalam misi penuh syiar nilai-nilai Islami dan budaya asli Indonesia. Para penggemarnya juga banyak menyadari absennya sosok Dian Pelangi pada beberapa fashion event Indonesia, seperti Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF) dan Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2013 yang baru lalu.

pemotretan koleksi Dian Pelangi di taman sekitar menara Eiffel

Destinasinya yang pertama yaitu ke Paris, Perancis bersama Wardah dalam rangka pembuatan kampanye iklan Wardah. Dian merupakan salah satu brand ambassador Wardah Cosmetics. Bersama Dewi Sandra, Dian juga terlibat dalam pembuatan fashion campaign Bohemian Bourgeois, sebagai fashion designer maupun sebagai brand face.

Selain itu, Dian juga sekaligus membuat pemotretan koleksi busana muslim terbarunya di kota Paris yang cantik, bersama model-model Internasional yang pernah bekerja untuk desainer ternama sekelas Marc Jacobs dan Donna Karan. Membawa misi untuk mensyiarkan hijab, Dian juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan sesama muslimah. Tidak sulit mengingat jaringan luas yang ia miliki melalui media sosial selama ini. Gathering dengan para hijabers di Paris diisi dengan sharing dan tutorial singkat di depan Menara Eiffel. Para muslimah di Paris ternyata belum mendapat hak mereka sepenuhnya untuk memakai hijab di lingkungan sekolah, kampus atau kerja. Pemerintahnya melarang penggunaan segala macam simbol agama, termasuk hijab. Tidak heran busana muslim masih menjadi sesuatu yang asing disana.

Dari Paris, Dian meneruskan perjalanan ke Melbourne, atas undangan Young Indonesian Moslem Student Association (YIMSA) yang mengadakan event tahunan “Melbourne Souq“. FYI, event ini sangat bersejarah bagi Dian Pelangi, karena disinilah, 4 tahun yang lalu, Dian memulai debutnya sebagai muslim fashion designer dengan mengadakan show pertamanya di acara ini. Berbeda dengan kondisi di Paris, muslimah di Melbourne lebih ekspresif dan bebas dalam mengekspresikan fashion statement mereka dalam berhijab. Busana muslim relatif berkembang, hijabersnya juga banyak mengikuti perkembangan busana muslim, terutama dari Indonesia.

 

Koleksi yang ditampilkan di Melbourne. Lebih berwarna soft dan berjiwa muda. Shawl terbaru Dian Pelangi, terbuat dari material yang sangat ringan dan tipis, mudah dibentuk. (kiri)

 

Hanya mampir 1 hari di Tanah Air, Dian kemudian langsung melanjutkan perjalanan ke Den Haag, Belanda untuk menggelar fashion show pada acara tahunan Tong Tong Fair di Den Haag, dengan koordinasi dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Kali ini Dian membawa batik Indonesia, dan menggelar fashion show busana muslim bertema batik, di tengah cuaca ekstrem di bawah 5 derajat celcius. “Saya sengaja menggunakan material busana yang cocok untuk dikenakan di musim dingin, misalnya jaket dengan bahan tebal, lining yang tebal, long dress, winter coat, palazzo yang sesuai untuk menghalau udara dingin di sana,” jelasnya.

Perjalanannya berlanjut ke kota Hannover, Jerman, untuk menghadiri pesta rakyat tahunan yang diadakan oleh kerajaan Buckerburg di Jerman, bernama Landpartie Schloss Buckerburg. Pesta rakyat ini berlangsung di kastil Buckerburg, dan dihadiri oleh para bangsawan Jerman dan sekitarnya, juga masyarakat umum. Tahun ini kerajaan Buckerburg mengundang Indonesia sebagai tamu khusus, yang menghadirkan Dian Pelangi dan Ferry Sunarto sebagai fashion designer. Pada acara ini, warga yang hadir sempat terheran-heran dengan hijab yang dikenakan Dian, dan dianggap hanya merupakan hairpiece untuk untuk mengatasi hawa dingin di sana. Ternyata busana muslim dan hijab memang belum dikenal sama sekali. Sebuah tantangan bagi Dian Pelangi untuk menjelaskan konsep busana muslim dan sekaligus menggelar fashion show.

 

 

Sementara di Indonesia pada saat yang sama sedang berlangsung beberapa fashion week seperti Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF) dan Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2013. Dian terpaksa melewatkan hadir langsung pada acara-acara ini, namun tetap berpartisipasi dalam fashion show dan menampilkan koleksi terbarunya.

Pada IIFF 2013, Dian Pelangi menghadirkan Ramadhan Rose, koleksi menyambut Ramadhan dengan warna dasar putih yang diberi sentuhan soft tie dye berwarna pastel cerah, seperti pink, salmon, ungu, hijau dan biru. Jauh berbeda dengan warna-warna vibrant dan full color yang dibawanya ke Den Haaq dan Hannover. menggunakan material sutra dan ceruti, hampir semua koleksinya berpotongan one piece, long dress dan abaya dengan beragam model. Bila pada koleksi sebelumnya, Sailorita di JFFF 2013 Dian menggunakan teknik tie dye bergaris, kali ini pola yang diterapkan adalah knot/simpul yang menghasilkan pola-pola diamond dan persegi.

 

 

Can’t get enough of Dian Pelangi? Jangan kuatir karena Dian akan memberikan kejutan pada awal Juli ini, dengan menggelar sebuah show spesial. Nantikan kabarnya, ya ;)