Money Talks: Kiat Agar Terhindar dari Tipuan Investasi

Setelah sebelumnya saya membicarakan tentang skema penipuan investasi, sekarang saya ingin berbagi beberapa kiat agar terhindari dari penipuan investasi.

1. Kenali ciri-cirinya

  • Imbal hasil return keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi (tidak masuk akal) dan atau dalam jumlah yang pasti. Biasanya dibandingkan dengan deposito, karena memberikan imbal hasil yang PASTI dan BERKALA setiap bulan. Namun, besarannya bisa 10 kali lipat imbal hasil deposito. Produk investasi ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrument tertentu seperti Giro atau dijamin oleh pihak tertentu seperti pemerintah, bank dan lain-lain.
  • Ada jaminan hasil investasi atau bahkan 100% buyback guarantee. (Investasi tidak boleh memberikan imbal hasil pasti, kecuali bentuknya tabungan/deposito atau dalam skema pinjaman).
  • Dana masyarakat tidak dicatat dalam segregated account.
  • Ditawarkan dengan konsep MLM atau tenaga marketing yang sangat agresif (yaaa … mirip juga, sih, sama MLM hehehe).
  • Umumnya gencar dipasarkan melalui media online.
  • Penawaran produk investasi sering diadakan dalam acara seminar atau investor gathering, yang pada umumnya sering diikuti oleh para public figure seperti pejabat, artis, tokoh politik dan lainnya dan dilakukan di tempat yang mewah atau hotel berbintang 4 atau 5, guna menunjukkan bonafiditas usahanya.
  • Kadang diasosiasikan dengan orang-orang top, tokoh agama, Jendral PATI, dll.
  • Menggunakan nama perusahaan-perusahaan besar secara tidak sah untuk meyakinkan calon investor.
  • Usia operasional kurang dari 3 tahun.
  • Perusahaan pengerah dana masyarakat secara ilegal bertindak seolah-olah sebagai agen dari perusahaan investasi yang berada di dalam maupun di luar negeri atau bekerja sama dengan pengelola dana investasi yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri yang telah mempunyai izin usaha yang sah dari otoritas.

 

2. Izin usaha

Pastikan bahwa orang/perusahaan yang melakukan penawaran tersebut telah memiliki izin sesuai dengan peruntukannya dari salah satu lembaga yang berwenang seperti:

  • Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) & Kementrian Keuangan
  • Bank Indonesia (BI)
  • Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) & Kementrian Perdagangan

 

3. Gunakan Rule of 72

Penggunaan rumus ini sederhana sekali. Anda tinggal membagi angka 72 dengan tingkat imbal hasil yang dijanjikan. Hasilnya merupakan jumlah tahun yang dibutuhkan agar nilai modal tumbuh menjadi dua kali lipat dari nilai semula.

Contoh, jika Anda diberi tawaran investasi yang menjanjikan tingkat imbal hasil sebesar 10% per tahun, untuk mengetahui berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk melipatgandakan modal, Anda tinggal membagi 72 dengan 10 (berasal dari bunga 10%). Hasilnya 7,2. Itu berarti Anda membutuhkan waktu 7,2 tahun untuk menjadikan nilai investasi menjadi dobel dari nilai awal.

 

4. Awasi investasi Anda!

Biasanya, skema investasi tipuan akan berjalan lancar dalam 1-2 tahun pertama, tapi mulai bermasalah di atas tahun ke-3. Kalau Anda mengalami pembayaran bagi hasil yang mulai seret … nah, waspada dan cepat tarik dana Anda!

 

Mudah-mudahan, dengan poin-poin yang sudah saya sebutkan di atas, tidak ada lagi, ya, yang terjerumus dalam penipuan investasi. Adakah di sini yang pernah mengalami penipuan investasi?

 

Prita Ghozie is the CEO & Chief Financial Planner of @zapfinance, an independent financial planning firm and an author of Best-Selling book “Menjadi Cantik, Gaya, & Tetap Kaya”. Follow @PritaGhozie on Twitter for many practical financial tips. Find out more about us on www.zapfinance.co.id