Anne Avantie: Antara Kebaya Cantik & Menjadi Inspirasi Desainer Lainnya

Salah satu desainer Indonesia yang saya kagumi adalah Anne Avantie. Siapa, sih, yang tidak kenal dengan beliau? Begitu orang bilang kata kebaya, yang muncul dalam pikiran saya adalah Anne Avantie. Memiliki satu saja kebaya buatan Anne Avantie adalah impian sebagian besar wanita Indonesia. Selain kebaya buatan beliau sangat cantik dan anggun, potongannya pun pas sekali dengan lekuk tubuh wanita sehingga mampu membuat pemakainya terlihat sangat semampai.

Nama Anne Avantie memang sekarang sudah tidak asing lagi dan kesuksesannya sudah tidak dapat diragukan. Tapi tahu tidak, sih, bahwa kesuksesannya ini dimulai dari 20 tahun lalu. Awalnya beliau memulai bisnisnya dari bengkel jahit sederhana di Semarang. Hanya bermodalkan dua mesin jahit saja, lho! Kalau mengingat-ingat kebaya buatan Anne Avantie sekarang sudah bernilai puluhan juta, rasanya sulit yah membayangkan sosok beliau di bengkel jahit mungil tersebut. But every businesses starts small, so was hers. Pelajaran pertama yang saya petik di sini adalah, jangan kecil hati walau usaha yang ingin ditempuh mulainya dari kecil.

Griya Busana Permatasari – nama bengkel jahit Anne Avantie – yang didirikan pada 1989 awalnya menangani jahitan untuk membuat kostum tari dan menyewakannya ke berbagai sanggar tari. Tetapi kemudian karena ketertarikannya pada Batik, Anne Avantie mulai membuat baju dari Batik. Baru akhirnya di tahun 1998 ia mulai berkreasi dengan kebaya dan sampai sekarang terus sukses menyajikan kreasi-kreasi baru yang selalu menawan. Di sini saya belajar bahwa memang tidak selamanya bisnis berjalan seperti yang kita mau dari awal, tidak heran nantinya seiring dengan waktu dan kita belajar mengenai bisnis yang kita bangun malah muncul ide-ide baru yang lebih cemerlang dan jadi kunci kesuksesan kita.

Tapi yang paling saya kagumi dari beliau adalah, dia mampu mengombinasikan pakem kebaya tradisional dan memadukan unsur modern melalui detail dan siluet pada kreasinya. Akan tetapi hasilnya tidak terasa hilang cita tara tradisionalnya. Kadang, suka bingung juga sih, kalau melihat kebaya yang terlalu modern kesannya malah jadi hilang cantiknya. Sekarang malah, para desainer kebaya menjadikan Anne Avantie sebagai barometer tren kebaya. Dan beliau juga menjadi sosok yang menginspirasi para desainer daerah yang ingin meraih kesuksesan di Jakarta.

Nah, bagaimana menurut kalian sendiri? Bukankah sosok Anne Avantie ini sangat menginspirasi? Saya yakin kok, disekitar Anda sendiri pasti banyak sosok entrepreneur wanita lain yang menginspirasi sekitarnya. That bravery to start your own business, I think is already inspiring on its own. Kalau ada entrepreneur wanita yang Anda kenal (atau malah Anda sendiri) dan menurut Anda patut mendapatkan penghargaan atas hal tersebut, ayo ajak mereka untuk mengikuti BII Sukma Award 2013. Dalam ajang tersebut, BII mencari entrepreneur wanita yang berani, mandiri dan menginspirasi. Untuk detail lebih lanjut mengenai ajang tersebut bisa dibaca di sini.