Say NO to Investment Scam

Siapa, sih, yang tak tergoda pada tawaran menggiurkan untuk menambah uang di tengah krisis? Tawaran semacam itu pantang terlewatkan begitu saja. Saya yakin Anda pasti pernah menerima ajakan melalui email, telepon, atau bahkan datang dari teman yang menjanjikan kerjasama bisnis dengan keuntungan berlipat. Syaratnya Anda harus menyetorkan sejumlah dana ke rekening tertentu.

Hati-hati! Investasi pasti mengandung risiko. Tapi, kalau penipuan jelas bukan bagian dari risiko investasi, karena investment scam alias tipuan berkedok investasi is not a real investment! Kali ini, skema yang dipilih oleh penipu adalah berkedok investasi emas.

Investasi merupakan aktivitas keuangan di mana si Investor menempatkan sejumlah dana ke instrumen keuangan dengan mengharapkan imbal hasil tertentu. Semakin tinggi potensi imbal hasil yang akan diperoleh, semakin tinggi pula risikonya.

Dilihat dari luar, penipuan berkedok investasi tampak seperti investasi biasa. Umumnya, investasi ini disajikan dengan gaya yang profesional, serius, dan kadang kala memiliki kantor fisik yang tidak kalah prestis dengan bank.  Namun, salah satu ciri khas dari investasi bodong semacam ini adalah selalu menawarkan tingkat imbal hasil yang jauh lebih tinggi ketimbang investasi umum sejenis.

Selain itu, kesuksesan berinvestasi dijanjikan mudah diperoleh dan risiko hampir tidak ada. “Sudah setahun saya ikut, hasil yang dijanjikan juga terus dibayar,” begitu kata seorang teman yang ikut investasi semacam itu dan suatu ketika akhirnya menjadi korban.

Perlu saya tegaskan di sini, kesejahteraan keuangan selalu membutuhkan kerja keras, good money habit, dan perencanaan investasi yang matang. Jangan takut pada pasang surut hasil investasi. Bahkan, Warren Buffet saja pernah mengalaminya.

Kembali ke penipuan berkedok investasi, umumnya ada dua skema yang biasa ditawarkan: skema piramida dan skema ponzi. Yuk, kita cermati dua macam skema itu satu per satu agar kita bisa segera mengenali saat menerima tawaran investasi berbahaya ini.

 

Skema Piramida

Secara sederhana, skema piramida menjanjikan Anda memperoleh uang berlebih. Pertama, Anda diwajibkan menyetor dana kepada orang yang merekrut Anda. Kedua, Anda pun punya kewajiban merekrut anggota baru yang pada akhirnya juga menyetorkan uang kepada Anda dan seterusnya.

Skema ini akan membentuk lapisan demi lapisan menjadi sebuah piramida. Namun, pada akhirnya, piramida ini akan hancur, setelah itu para anggota baru sadar terkena tipuan investasi semacam ini. Sekilas mirip bisnis multi-level marketing. Benar, karena bedanya tipis sekali.

 

Skema Ponzi

Salah satu skema tipuan berkedok investasi yang paling popular dan sederhana adalah skema Ponzi. Cara kerjanya, sebagian uang yang disetorkan investor digunakan untuk membayar bunga kepada investor lain. Sebagian lagi tentu untuk si promoter. Bunga umumnya akan terus dibayarkan hingga 1 tahun sampai 2 tahun sehingga investor awal akan merasa bahwa investasinya aman. Dengan cara ini, investor akan tergiur menambah dana investasi sekaligus mengajak investor baru.

Nah, sudah lebih familiar, kan, sekarang dengan skema penipuan investasi ini. Dari dua yang saya sebutkan di atas, pasti sudah pernah dengar paling tidak sekali dua kali di sekitar Anda. Di artikel berikutnya, saya akan membagi beberapa kiat supaya Anda terhindar dari tipuan Investasi.

 

Live a Beautiful Life!

 

Prita Ghozie is the CEO & Chief Financial Planner of @zapfinance, an independent financial planning firm and an author of Best-Selling book “Menjadi Cantik, Gaya, & Tetap Kaya”. Follow @PritaGhozie on Twitter for many practical financial tips. Find out more about us on www.zapfinance.co.id