Makeup 101: Different Types of Eyeliners

Salah satu produk makeup yang menjadi favorit banyak orang adalah eyeliner.  Efek yang diberikan eyeliner pada mata bisa bermacam-macam, mata kita bisa terlihat lebih bulat dan besar, bisa juga terlihat lebih panjang, atau terlihat lebih tajam.  Tergantung bagaimana cara kita menggambarnya di kelopak mata.

Jenis eyeliner pun bermacam-macam, mungkin kalau kita baru saja mulai menyukai makeup dan belajar menggunakan eyeliner, satu jenis eyeliner saja cukup.  Namun kalau kita mau mencoba bereksperimen dan belajar menggunakan jenis eyeliner yang lain, ternyata finish effect dan hasil  yang terlihat di kelopak mata dari masing-masing jenis eyeliner itu berbeda.

Oleh karena itu, mari kita lihat ada berapa jenis eyeliner yang bisa kita temukan di luar sana :

1. Eyeliner Pensil

Jenis eyeliner seperti ini menurut saya cocok bagi Anda yang baru saja mau belajar menggunakannya.  Saya menghindari jenis eyeliner pensil yang warnanya tipis dan juga yang teksturnya cenderung keras karena saat diaplikasikan ke kelopak mata bisa menimbulkan rasa sakit karena kita terus berusaha menggambar dengannya tapi intensitas ketebalan warna yang diinginkan tidak kunjung muncul.  Cari pensil eyeliner yang color payoff-nya bagus dan pilih pensil eyeliner yang lembut dan cenderung creamy karena tipe pensil eyeliner yang seperti ini mudah sekali digunakan di atas kelopak mata.  Diamkan 1  menit dengan mata tertutup untuk memastikan eyeliner tersebut sudah kering.  Pensil eyeliner yang creamy dan mudah di-blend juga bisa digunakan sebagai base eyeshadow.  Sering juga digunakan untuk member efek smudge saat kita menginginkan smokey eye look dan menurut saya jenis ini yang paling cocok untuk diaplikasikan di waterline dan tightline.

2.  Liquid Eyeliner

Liquid Eyeliner ada dua macam, ada yang bentuknya seperti pulpen atau spidol dengan menggunakan felt tip.  Ada juga yang konsep packaging-nya seperti nail polish, hanya saja menggunakan kuas yang tipis (ada juga yang menggunakan felt tip)Liquid eyeliner yang bentuknya seperti pulpen atau spidol ini adalah salah satu favorit saya karena sangat praktis dan dengan ujungnya yang runcing, saya bisa membuat wing yang rapi sesuai dengan pilihan saya, bisa sangat tipis, bisa juga dibuat tebal.   Liquid eyeliner yang memakai kuas ini yang masih menjadi tantangan saya.  Butuh kontrol yang tepat agar saya tidak membuat garis yang aneh.  Hasil dari liquid eyeliner bisa terlihat lebih tajam dibandingkan eyeliner jenis lainnya, ini bisa diakali dengan menambahkan gel eyeliner di sepanjang tepi garis yang dibuat dengan liquid eyeliner tadi, atau menggunakan sedikit pensil eyeliner dan smudge brush untuk menghilangkan efek garis yang terlalu tajam itu.  Semuanya kembali pada pilihan kita masing-masing.  Garis seperti apa yang kita suka. And remember, practice makes perfect.

3.  Gel Eyeliner

Gel eyeliner berbentuk seperti cream eyeshadow tapi dengan konsistensi lebih pekat dan biasanya dikemas dalam pot gelas berbentuk kecil untuk menjaga produk agar tidak kering. memiliki kepekatan yang luar biasa (love it!), dan mudah diaplikasikan jika Anda dapat menemukan brush yang sesuai dengan selera Anda karena masing-masing orang memiliki preferensi yang berbeda. Hal lain yang saya suka dari gel eyeliner adalah kita bisa mengontrol sebanyak apa produk yang ingin kita pakai sehingga resiko mengacau saat menggambar dengan eyeliner itu lebih kecil.  Namun di sisi lain, tidak seperti liquid eyeliner (yang bentuknya seperti pulpen atau spidol), kita harus beberapa kali bolak-balik menambah produk lagi di brush yang kita pakai untuk mendapatkan intensitas kepekatan yang kita inginkan.

Nah, bagi yang belum pernah mencoba salah satu jenis eyeliner yang saya sebutkan di atas, tidak ada salahnya mencoba belajar menggunakan eyeliner yang berbeda dari yang sudah dimiliki saat ini.  You might find the one. :)