Modest, Stylish, Flattering… It’s Salsabeela by Ollie!

Bagaimana jadinya kalau penulis menjadi fashion designer? Elemen-elemen apa yang akan ia masukkan ke dalam koleksinya? Itulah yang kami tunggu-tunggu dari Ollie, penulis lebih dari 20 buku, co-founder startup bidang penulisan NulisBuku.com, dan kini, desainer dari lini casual Muslimah Salsabeela.

Bulan lalu, Ollie resmi meluncurkan koleksi pertamanya yang diberi nama Prologue. But of course, she doesn’t stop there. April ini, Salsabeela sudah berencana meluncurkan koleksi berikutnya. Simak obrolan Leija dengan Ollie pada suatu siang di butik Salsabeela.

Untuk Ollie, apa yang menarik dari fashion?

Menurutku, fashion itu bukan sekedar baju, tetapi juga merupakan perubahan. Fashion bisa menjadi wujud transformasi yang bisa mengubah seseorang.

Kemudian menurutku, jargon dress for success itu bener banget. Contohnya, seiring dengan berubahnya gayaku setahun terakhir, terjadi juga peningkatan karir yang cukup signifikan.

Fashion can be empowering. Kalau kita percaya diri di luar, pribadi kita juga akan merasa oke.

Karena hal-hal itulah aku menganggap fashion tuh menarik banget. Sebenarnya dari dulu aku ingin jadi fashion designer, tapi aku nggak ngerasa stylish. Biasa aja. Baru setahun terakhir ini aku bisa menemukan gayaku sendiri.

Setelah mengalami perubahan personal style, aku ingin berbagi ke orang-orang — ini lho, hasil eksperimen fashion-ku selama setahun belakangan. Dan semua aku ‘tumpahkan’ di Salsabeela.

Apa peran Ollie di Salsabeela?

Co-founder, CEO, dan fashion designer. Founder Salsabeela ada dua orang, aku dan partner-ku di Surabaya. Dia banyak pegang di bagian operasional, misalnya pengiriman.

Ciri khas Salsabeela?

Salsabeela berangkat dari casual, Muslimah wear. Ciri khas yang paling jelas adalah model-modelnya yang flattering. Pokoknya, kalau pakai Salsabeela, akan terlihat lebih langsing deh! Misalnya, atasan Salsabeela selalu punya rippled sleeve atau lengan kerut agar lengan atas terlihat lebih kecil. Untuk bawahan, selalu high-waisted agar kaki terlihat panjang.

Warna-warna Salsabeela juga selalu statement-making, seperti stripes dipadu dengan bold red.

Ciri khas Salsabeela lainnya adalah, meskipun pada dasarnya gaya kami kasual, Salsabeela sangat bisa dipakai ke acara semi-formal dan bisa tetap elegan.

Salsabeela ‘kan lahir dari pencarian atau eksperimen Ollie sendiri dalam mencari flattering looks. Nah, boleh share kiat-kiat untuk tampil lebih langsing dengan baju?

Pakai Salsabeela, hahaha… Kiatnya, ya, itu tadi. Pakai lengan berkerut untuk menyamarkan lengan besar. Lalu jangan pake atasan dengan big prints. Kalau bisa, kenakan bottom pieces berwarna gelap, dan dengan high-waist.

Aku juga selalu suka vertical stripes terutama untuk tops, karena memberi efek slimming.

Kemudian, kita jangan sampai tenggelam di baju. Kita harus bisa menguasai baju kita, jangan kita dikuasai oleh baju.

Terakhir, kalau kamu udah merasa nggak cocok sama satu baju milik kamu, jangan dipakai lagi. If it doesn’t flatters you, then don’t wear it again. Kadang ‘kan kita pakai baju yang kita nggak seneng, tapi ujungnya tetap dimasukkin lagi ke lemari. Nanti kita lupa, eh trus dipakai lagi. Padahal udahlah, leave it, kasih aja ke orang yang lebih membutuhkan.

So far, what are the most wanted pieces from Salsabeela’s customers?

Kebanyakan sih hijab dan inner polem. Inner polem ini juga termasuk busana yang slimming untuk wajah bulat atau chubby, karena memberi ilusi wajah lebih panjang.

Hijab kami menjadi bestseller karena model-modelnya yang unik. Contohnya, Rose Hijab. Kebanyakan cotton shawl ‘kan berbentuk persegi panjang, nah Rose Hijab ini bentuknya seperti mawar. Lebar, lalu menguncup di ujung.

Kami juga punya Princess Hijab. Modelnya instan, dengan pemakaian praktis seperti bergo, namun modelnya lebih chic. Inspirasinya datang karena aku sering butuh hijab praktis, tapi nggak pernah nemu yang modelnya chic di pasaran.

Favorite piece Ollie sendiri apa?

Semua juga favorit sih, hehehe. Mmmm… salah satunya adalah atasan Protagonist Red, karena warnanya yang statement-making.

Vertical Stripes Novel Dress juga berkesan buatku, karena waktu aku pake dress itu ke Indonesian Fashion Week 2012, aku difoto sama FaceHunter. Berarti dress itu mencuri perhatian, ‘kan.

Oh, ya, ada satu cerita menarik. Waktu itu aku pemotretan cover majalah Kick Andy, dan aku pakai baju Salsabeela yang sekarang kupakai ini, beserta Rose Hijab merah. Itu adalah pertama kalinya aku pakai Salsabeela di depan publik, ever, tepatnya di Plaza Senayan. Di luar dugaan, busanaku itu really, really made heads turn. Pas aku jalan, kepala menoleh ke arahku semua. Berarti Salsabeela memang statement-making banget ‘kan? Memang, memakai satu piece Salsabeela aja bisa sangat menarik perhatian orang.

Selain Rose Hijab, akan ada inovasi-inovasi lain apa dari Salsabeela?

Kami akan banyak main di inovasi hijab dan dalamannya. Begitu juga dengan aksesori dan baju. Sebisa mungkin nanti kami akan cari trik-trik untuk membuat baju flattering, unik, dan praktis.

Koleksi pertama Salsabeela diberi judul ‘Prologue’. Apa sih benang merah dari koleksi ini? Apakah mencerminkan kata Prologue itu sendiri?

Untukku pribadi, Prologue ini adalah perkenalan Salsabeela by Ollie. This is me with my true style and personality. Jadi, benang merah koleksi Salsabeela kali ini adalah Ollie—me.

Setelah kami memperkenalkan konsep Salsabeela ke orang-orang, kami akan bereksplorasi lebih jauh di koleksi berikutnya, tapi tetap dalam seputaran buku. Kami punya cita-cita untuk memakai inspirasi dari karya sastra. Misalnya aja nih, mengambil inspirasi dari buku ‘Negeri 5 Menara’. Aku ngebayangin, koleksinya akan banyak pakai warna gold, karena itu salah satu ciri sentuhan Padang. Untuk ini, mungkin banget kami akan bekerjasama dengan penerbit.

Jadi kira-kira seperti itu. Salsabeela will be much inspired by books, writings, and literary.

Proses pembuatan line Salsabeela ini—mulai dari ide sampai eksekusi, bahkan mendirikan online dan offline shop—tergolong sangat cepat, yaitu sekitar dua bulan. Nggak takut terkesan instan?

Nggak. Motto aku itu satu: perfection is a journey, dan ini berlaku juga untuk bisnis-bisnisku yang lain.

Misalnya, dengan buku. Orang juga banyak nanya ke aku, “Lo bikin buku cuma 5 hari, 10 hari, sebulan, apa nggak takut dibilang karya instan?” Aku bilang, “Nggak”. Ya itu, karena menurutku, perfection is a journey.

Begitu juga dengan proyek situs. Bikin sebulan langsung launch. Ya nggak apa-apa. Menurutku, kalau ada kesalahan pada hasilnya, itu bisa diperbaiki. Paling nggak, kita udah launch dulu.

Salsabeela juga begitu. Persiapannya cepat, namun bukan berarti asal-asalan. Kami sudah lakukan yang terbaik, kok. Kami bekerja cepat, namun tetap dengan presisi sesuai dengan yang kami inginkan. If things goes wrong, ya nanti kami perbaiki.

Timku bilang, I’m a perfectionist. Kalau ada sesuatu yang kurang sedikit dalam proyek, langsung minta rombak ulang. Padahal menurutku, aku nggak perfeksionis. Ketika bisnisku di-launch lalu something goes wrong, aku nggak akan marah atau kesal. Toh kita udah usaha terbaik, meski dalam waktu yang singkat. Setidaknya kita sudah produktif menciptakan sesuatu.

Tell us more about Salsabeela Glam!

Salsabeela Glam adalah lini baju pestaku, yang masih dalam penggodokan. Salsabeela yang sekarang ini ‘kan gayanya casual dengan kisaran harga very affordable. Nah, kalau Glam nanti konsepnya akan lebih eksklusif dan ‘wah’.

Salsabeela Glam terinspirasi dari diriku sendiri, yang selalu sangat kesusahan mencari baju untuk pesta dan acara formal lainnya. Baju-baju yang tersedia di pasaran tuh banyak yang bagus, on trend, tapi bukan gue banget. Misalnya, kaftan. Kaftan is Syahrini, not me!

Akhirnya aku jadi ingin menciptakan lini baju pesta yang sesuai dengan kepribadian Salsabeela, so we came up with Salsabeela Glam.

Ciri-cirinya tetap sama—rippled sleeve, high waisted, pokoknya tetap flattering, tetap modest, namun lebih elegan. Warna-warnanya juga gue banget, misalnya merah dan hitam. Nantinya akan ada lebih banyak variasi, namun di awal-awal, masih disesuaikan dengan pribadiku banget.

Kebetulan saat acara launching Salsabeela, aku pakai salah satu koleksi pertama Salsabeela Glam.

Rencananya kapan launching?

Insya Allah April 2012 ini, deh. Sekarang masih di tahap desain, sih. Kami nggak akan keluarin banyak-banyak di awal, mungkin 3-4 koleksi dulu, dengan harga mulai sejuta rupiah.

O, ya, rencananya baju-baju Glam bisa dibeli terpisah. Satu dress Salsabeela Glam ‘kan terdiri dari beberapa pieces, nah pieces itu bisa dibeli terpisah. Misalnya, atasannya saja, roknya saja, atau outerwearnya saja.

Rencana 3 tahun ke depan?

Aku ingin bisa show di Paris dan London Fashion Week. Apa alasannya?

Pertama, karena banyak Muslim dari seluruh dunia bermukim di Eropa. Sayangnya, mereka menjadi minoritas, nggak punya banyak pilihan dalam fashion. I want to show them that being Muslims can be stylish, too.

Kedua, aku juga ingin menunjukkan, bahwa dibalik Salsabeela ada seorang wanita hijabi yang nggak hanya menekuni fashion, but also everything else. I hope that can inspire them.

Terakhir, aku juga ingin tunjukkan ke dunia bahwa Muslimah Indonesia itu lebih hebat dari yang mereka duga.

***

So there you go. An inside peek of Salsabeela from the founder herself, Ollie, who never stops at anything until she reaches the sky. Sukses terus untuk Salsabeela, kita tunggu berbagai inovasinya serta kemunculannya di world-renown fashion weeks!

Butik Salsabeela
Jl Cipete Raya No. 9, Jakarta
salsabeelashop.com