Legal Gourmand: A Nom Nom Nom Perfume Discussion

Terimakasih untuk Fashionese Daily yang membesarkan Nostril Doni sebelum situs ini lahir. Ketertarikanku pada wewangian dari kecil mebawaku ke sebuah forum. Waktu itu masih Fashionese Daily, sekarang Female Daily~yea, I know, right? Anggotanya, kebanyakan, perempuan. Atau beberapa laki-laki yang merasa nyaman dengan perempuan. Atau laki-laki-perempuan. Sebuah ruang diskusi dibuka di forum itu. Soal parfum. Ini dia, pikirku. Resensi-resensi awal di situs ini diambil dari forum tersebut. Lalu aku mengembangkannya di Facebook. Yang belakangan aku sadar, ini keputusan tolol. Akhirnya, atas saran beberapa pembaca, terbitlah Nostril Doni.

Selang beberapa bulan kami berdiskusi di forum, ide mengenai Sniff Gathering tercetus. Ya, acara berkumpulnya perfume enthusiasts pertama terjadi. Tempatnya di M Lounge. Lounge khusus pelanggan Metro, M, PacificPlace. Acara perdana kami didukung oleh Aura Cantik. Dukungan ini tidak pernah berhenti, sampai sekarang. Undangannya macam ini:

  • Date & Time: Saturday, 28 February 2009 @10.30 am
  • Place: M Lounge, M Pacific Place
  • Theme: “Premiere” (Atendee brings the first perfume that he/she fell in love with , give the what and why)
  • Dresscode: Naked (no lotion, no frags, short sleeve)
  • Atendee: max 12 persons

Kami sengaja merancang gathering dengan peserta terbatas, agar diskusi lebih fokus dan santai. Pembatasan peserta ini juga karena keterbatasan indera pembau kita dalam mengenali rangsangan. Untuk orang awam, 4 macam wewangian saja sudah cukup menganggu. Bagi penggila parfum, 12 wewangian biasanya baru mencapai fatigue. Lalu, acara serupa kedua:

  • Date & Time: Saturday, June, 13. 2009 @ 01.00 pm
  • Place: M Lounge, M Pacific Place
  • Theme: “Nose Education-Oud” (Atendee to bring perfumes with oud or that you suspect have oud in the notes. Oud/Aoud/Audh/Agarwood/Gaharu)
  • Dresscode: Naked (no lotion, no frags, short sleeve)
  • Atendee: max 15 persons
  • Doorprize: Al Rehab-Saat Safa. The Kingdom of Saudi Arabia perfume. Subtle oud veiled in damask rose and grape

Kami meningkatkan intensitas acara ini dengan menyertakan doorprize, dukungan beberapa pengusaha minyak esensial dan LSM Kemanusiaan yang bergerak di bidang penanggulangan masalah HIV/AIDS di Papua. Kami mulai melihat sisi etika industri wewangian disamping sisi estetika yang jadi bahan pembicaraan rutin. Ketiga:

  • Date & Time: Saturday, December, 12. 2009 @ 11.00 am
  • Place: M Lounge, M Pacific Place
  • Theme: “The ’80s” (Start breaking into your mom’s perfume cabinet and bring a bottle of perfume from the era!)
  • Dresscode: Naked (no lotion, no frags, short sleeve)
  • Atendee: max 15 persons
  • Doorprize: Red Door by Elizabeth Arden

Jaraknya cukup jauh dengan acara sebelumnya. Dan, betul saja. Butuh jeda dua tahun hingga acara keempat, Legal Gourmand terwujud. Tampaknya, kami harus menjadwalkan acara serupa dengan lebih serius. Ada pelajaran berharga di sana. Ada pertemanan. Ada ikatan emosional. Setidaknya kami tergerak oleh hal yang sama: wewangian.

Legal Gourmand tidak serta merta lahir sepihak. Sebelumnya, sebuah polling mengenai tema apa yang akan dibahas kami lempar ke forum dan twitter: Fresh Breeze, Nose Education, Legal Gourmand, Zest & Fast, dan Industrial Trial. Lima suara memenangkan Legal Gourmand. Dari sini, kami menyusun detail diskusi, macam parfum yang tergolong Gourmand, doorprize, dan yang menarik: Menu Makanan sesuai notes parfum Gourmand oleh Chef The Edge, Kemang Icon!

Acara ini dihadiri 12 penggila wewangian. Aku pernah berada di banyak kelas. Mengajar jurnalistik, menulis atau mendongeng di kelas TK. Berbicara di depan kaum fanatis jauh berbeda dengan mereka yang mendengarkan bahan perkuliahan atau dongeng. Sumpah! Perfume enthusiasts punya pengetahuan mendalam soal obsesinya. Mereka cenderung menggali apa yang mereka suka. Mereka ingin tahu betul semua karakteristik hobinya. Ya, diskusi berjalan dengan banyak masukkan.

Kami mulai dengan melihat kenapa dan kapan genre Gourmand lahir. Apa yang jadi landmark Gourmand di industri dan pasar. Lalu berpindah ke klasifikasi. Ini kisah klasik. Dalam ilmu pasti, kalau ingin diperhatikan, buatlah ia jadi empiris. Klasifikasi dibutuhkan untuk melogikakan hal-hal yang terserak. Begitu juga aroma. Yang paling mutakhir, klasifikasi aroma Michael Edwards. Kami meminjam Fragrance Wheel Michael Edwards untuk menempatkan di mana letak Gourmand pada klasifikasinya. Setelah memahami dasar nota Gourmand dengan merujuk klasifikasi, kami mulai membahas beberapa parfum landmark golongan Gourmand.

Kelemahan Gourmand adalah soal persepsi. Gourmand selama ini terdoktrin persepsi eropa atas makanan. Asia, yang juga punya pandangan sendiri harusnya jangan mengalah. Ketimbang menggolongkan parfum rempah pada spicy, aku lebih setuju kalau ia disebut Gourmand secara asia. Jahe, sereh, cabai, saffron, dan jeruk purut; boleh dong kalau disebut Gourmand. Sebaliknya, orang asia cenderung kurang paham kenapa cherry, berry, dan peach yang wanginya ‘nendang’ itu digolongkan Gourmand.

Ya Gourmand adalah jenis parfum yang berbahan atau menimbulkan efek makanan. “Menimbulkan” karena banyak jenis makanan yang pada dasarnya tidak bisa diekstrak sebagai wewangian. Untungnya, sejak akhir abad 19, industri aroma chemicals berkembang pesat. Mereka berlomba-lomba menciptakan pengganti bahan-bahan yang dilarang IFRA (baca: musuh bersama). Juga, berusaha membuat molekul-molekul baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Termasuk, hal-hal yang berbau makanan tadi. Kami membuka rahasia Gourmand lewat aneka molekul sintetis.

Karena judulnya Sniff Gathering, tentu saja kami mencoba banyak parfum. Total ada 26 parfum yang tersaji di meja. Dari Pleasure sampai Hesperides. Bergamote sampai Delices. Bahkan, Cuir de Lancome yang sangat beracun. Menerjemahkannya dalam makanan sesungguhnya: vanilla milk, lemongrass tea sampai olahan basil. That was a nom nom nom perfume discussion.

Enam doorprizes: Gingerbread Whorehouse dan Neptune dari Posset, Je Reviens dari Worth, Marry Me dari Lanvin, Eau de Cartier Essence d`Orange dan sebuah voucher makan dari The Edge dibagikan. Akhirnya, ditutup dengan satu ide untuk Sniff Gathering berikutnya: Sexual Scents.