Men in Style at Plaza Indonesia

Di tengah semarak fashion week atau pekan mode di New York, London, Milan dan Paris, Plaza Indonesia juga mengadakan fashion week mereka sendiri, namun khusus busana pria.

Maka terselenggaralah pekan mode pria bertajuk Men in Style di Multifunction Hall lantai 2 Plaza Indonesia, tanggal 19-22 September 2011 lalu.

Tentu saja, ‘fashion week’ ini sebenarnya lebih bertujuan mempromosikan koleksi terbaru dari tenants Plaza Indonesia. Dari sekian banyak tenants yang ada, terpilihlah Kenzo Homme, Etro, Superdry, The Goods Department, H.E. by Mango, ZARA, (X)SML, dan Jean Paul Gaultier untuk menampilkan koleksi Fall/Winter 2011 mereka selama empat hari tersebut.

Sayang, saya cuma bisa hadir di dua hari terakhir, sehingga hanya sempat melihat koleksi H.E. by Mango, ZARA, (X)SML dan Jean Paul Gaultier.

Pengalaman Men in Style saya dibuka oleh H.E. by Mango, sang ‘anak baru’ di dunia retail baju pria. Dalam koleksi ini, outerwear kelihatan mendominasi dengan berbagai sweater, cardigans, dan blazer. Untuk celana, guys take note, cuffed pants atau ujung celana yang dilipat bertebaran dimana-mana. Koleksi Fall/Winter 2011 H.E. by Mango ini memang terlihat agak plain dan tidak menampilkan breakthrough apapun, tapi secara keseluruhan, ia sangatlah wearable.

Di show kedua, ZARA tampil lebih seru. Outerwear masih mendominasi, tapi terlihat lebih variatif dengan berbagai jaket (leather, sports, bomber, trench, you name it), layering yang beragam, serta berbagai aksesoris seperti backpack dan dasi kupu-kupu.

ZARA juga menyelipkan beberapa busana favorit Barney Stinson—suits!

Di hari terakhir, (X)SML menampilkan 30 koleksi edgy dan ready-to-wear khusus untuk kalangan muda, atau yang berjiwa muda. ‘City Slickers’ dipilih menjadi tema, dan implementasinya adalah potongan-potongan yang segar, modern, menarik perhatian, tapi tetap praktis dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Hey, a guy gotta look slick yet practical at the same time!

Satu hal yang selalu saya suka dari (X)SML adalah sentuhan-sentuhan kecil yang tidak berlebihan tapi sukses membuat penampilan menjadi beda, seperti kemeja duo-tone, aksen garis pada lengan, serta corak pada lapel jaket. And yup, those cuffed pants were still everywhere, along with knee-length shorts and cargo pants.

(X)SML adalah salah satu merk lokal yang tampil dalam Men in Style, dan tim kreatif dari label Biyan Wanaatmadja ini sungguh tidak mengecewakan.

Menutup acara Men in Style adalah koleksi Fall/Autumn 2011 dari Jean Paul Gaultier. Uniknya, Jean Paul Gaultier adalah satu-satunya brand di Men in Style yang juga menghadirkan pakaian wanita—mungkin karena tema yang diangkat Jean Paul Gaultier memang tidak bisa lepas dari sosok perempuan. Apa temanya? James Bond.

Maka sebanyak 45 koleksi yang dipamerkan merupakan perwujudan gaya sleek detektif 007, meski terselip juga unsur futuristis a la The Matrix. Tuxedo sudah pasti ada, tapi ada juga inovasi-inovasi lain seperti celana bermodel rok, jubah, bahkan pakaian selam atau scuba suit. Sementara para ‘Bond Girls’ tampil dengan gaya femme fatale atau super sultry dengan berbagai gaun panjang serta cocktail dresses. Secara keseluruhan, warna yang mendominasi adalah merah, hitam, serta percikan emas—formula klasik untuk tampilan mewah dan dewasa.

Fashion show pun dibuat teatrikal, dengan adegan sang ‘James Bond’ membawa pistol mini atau bermesraan dengan para wanitanya. Pssst, ternyata tema ini dipilih karena ada kemungkinan Jean Paul Gaultier akan mendesain busana untuk film terbaru James Bond.

Men fashion week oleh Plaza Indonesia ini bukan kali pertama dilakukan, tetapi yang kedua, setelah acara serupa sukses diselanggarakan tahun lalu. Hope we’ll see them around next year as well, with more exciting collections!