Dian Pelangi; The Next Big Thing in Indonesian Muslim Fashion

Bagi hijabers di Indonesia, apalagi kita yang sering berbincang di thread Muslim Outfitters, pasti mengenal sosok Dian Pelangi. Desainer muda yang mengukuhkan diri sebagai perancang busana muslim ini memang namanya semakin dikenal satu tahun terakhir ini. Kiprahnya di dunia mode dimulai dengan menjadi finalis Lomba Rancang Busana Muslim majalah Noor. Hingga kini Dian Pelangi menjadi desainer termuda di APPMI. Blog pribadi Dian Pelangi menarik ribuan pengunjung dan menjadi inspirasi bagi banyak pembacanya.

Koleksi Dian yang sangat melejit, adalah busana kasual jumputan dari bahan kaos. Mau tau lebih banyak tentang Dian dan koleksinya? Berikut wawancara saya dengan Dian Pelangi.

Koleksi Dian Pelangi sebenarnya ada berapa lini produk?

Sebenarnya dulu awalnya orangtua saya sebagai founder DP hanya membuat produk tenun, batik dan jumputan palembang. Sekarang lini produk Dian Pelangi sudah banyak, dan itu beberapa terjadi secara spontan saja, dari apa yang saya kerjakan. Misalnya saat menikah, banyak yang tertarik dengan baju pengantin yang saya kenakan. Kemudian terwujudlah Dian Pelangi Bride. Begitu pula saat adik saya sekolah disini, makin sering saya dandani, saya buatkan baju-bajunya, akhirnya kita buat Dinda Pelangi. Jadi ada Batik Pelangi, Tenun Pelangi, Dian Pelangi Bride, Dinda Pelangi, dan DP by Dian. Yang terakhir ini adalah lini mass product yang saya khususkan busana kasual dari jumputan.

Bener ga sih kalau DP itu identik dengan tie dye/jumputan?

Benar juga, jadi sebenarnya Dian Pelangi itu kan sudah 20 tahun yang lalu. Kenapa dikasih nama Dian Pelangi, karena dulu orangtua produksi kain jumputan Palembang. di Palembang sendiri, jumputan ini disebut juga kain pelangi. Sehingga sejak kelahiran saya pun sudah diberi brand ‘Dian Pelangi’ oleh orang tua. Jadi Dian Pelangi dan jumputan memang sudah identik, sudah menyatu.

Kalau cerita koleksi busana jumputan dari bahan kaos yang menjadi hit saat ini?

Iya, kalau dulu jumputan itu identik dipakai oleh ibu-ibu atau bapak-bapak, untuk acara formal, kenapa enggak dibuat inovasi dan modifikasi, sehingga jumputan ini juga bisa dipakai dan disukai oleh kaum muda. Akhirnya terpikirkan untuk membuat jumputan di atas bahan kaos yang nyaman dan kasual. Aku jahit modelnya yang bagus, dan remaja mau pakai. Setelah itu dijumput dengan warna-warna bright, warna pastel, atau nuansa etnik. Sehingga semua bisa pakai, semua selera warna diwadahi.

Respon pasar DP ini luar biasa, terutama lini DP by Dian. Kalau menurut Dian sendiri apa sih yang membuat produk Dian ini benar-benar digilai?

Karena berbeda. Dari dulu aku sudah niatkan, kalau mendesain produk harus berbeda dengan yang sudah ada. Karena kalau bukan sesuatu yang beda, produk kita tidak akan dilihat orang. Jadi aku ingin sesuatu yang beda. Akhirnya dengan resource yang sudah ada, aku memfasilitasi baju untuk remaja dan kaum muda, menonjolkan produk indonesia, dan bangga memakai produk dalam negeri. Apalagi produk ini handmade, eksklusif tapi dengan harga yang reasonable, jadi semua kalangan bisa pakai. Dan ada ciri khas. Orang bisa langsung melihat bahwa ini baju DP.

Bagaimana menyiasati permintaan yang terus meningkat?

Memang tidak menyangka permintaan pasar yang sebanyak ini. Karena itu kita lumayan kerepotan, karena produk DP ini handmade, melalui beberapa proses. Tidak hanya sediakan bahan, kemudian jahit. Ada proses menjahit, kemudian pewarnaan, dan pengeringan. Karena itu tidak bisa langsung memproduksi banyak perharinya. Apalagi permintaan dari luar daerah yang juga semakin banyak. Jadi kita usahakan yang terbaik, tidak lalu menaikkan produksi dengan signifikan. Karena kita ingin tetap menjaga keekskusifan produk DP.

Bener gak kalau ada yang bilang, mencari produk DP itu susah?

Ada benarnya juga sih, untuk produk DP by Dian ini, pengalaman kita sekarang dimana-mana, misalnya dalam event pameran, setiap ada barang yang datang, dalam waktu beberapa jam saja pasti sudah habis. Banyak pembeli yang membeli dalam jumlah yang besar, sehingga stock kita tidak pernah menetap dalam waktu lama. Tapi kita juga sering sekali ikut pameran dimana-mana, sehingga orang makin mudah menjangkau produk DP.

Menurut Dian, apa produk DP yang layak menjadi investment, atau must have item?

Menurutku, multiway cardigan. Karena dari satu item itu saja, bisa diciptakan banyak gaya. Dari yang saya hitung, ada 13 macam gaya. Itu belum termasuk cara-cara kreatif setiap individu mengkreasikannya. Dan cardigan ini bisa dan cocok dipakai ke segala suasana. Santai, ataupun formal.

Menanggapi banyak tiruan produk DP?

Saya sendiri tidak apa-apa. Karena untuk pemakainya sendiri, sudah pasti akan terasa beda, kalau pakai produk DP yang asli, dan yang tiruan. Tapi aku menanggapinya biasa saja, karena kita pada dasarnya saling menginspirasi. Saya juga terinspirasi dari orang lain, orang juga bisa terinspiasi dari saya.

Bukan berarti menjiplak bulat-bulat. Tapi melihat, meniru dan memodifikasi. Produk tiruan adalah resiko setiap fashion designer. Karena semua desainer pasti juga terinspirasi dari yg lain, karena rejeki dari Allah juga harus dibagi-bagi. Kecuali kalau disalahgunakan, itu pasti aku akan protes. Misalnya bukan DP tapi mengaku produk asli DP.

Apa rencana DP 5 tahun ke depan?

Go internasional. Karena target aku sendiri, untuk memasarkan DP ke luar negeri. Kita ingin memperkenalkan busana muslim indonesia ke seluruh dunia, sesuai juga dengan pencanangan Indonesia sebagai pusat busana muslim dunia. Dan mereka sangat tertarik pada produk seperti ini. kalau pameran keluar negeri, mereka sangat antusias, sehingga aku yakin bahwa pangsa pasarnya pun akan bagus.

Pertanyaan terakhir, desainer favorit Dian?

Untuk luar negeri, aku suka brand Hermes dan Marc Jacobs. Untuk desainernya aku suka Alber Elbaz dari Lanvin. Dari dalam negeri aku suka Stephanus Hamy.

  • Pingback: Sayyida Sarah

  • Pingback: Delfianti Utami

  • Pingback: Allie Pitoyo

  • Pingback: Ovie Asykari

  • Pingback: Rizka Agustina

  • Pingback: atma soenyoto

  • Pingback: Aiuratri Dianita

  • Pingback: Ajeng Ayu Diyah

  • http://femaledaily.com/member.php?username=affi affi

    Great interview, Nisa! Seneng deh liat foto-fotonya Dian Pelangi, she’s definitely got style. Dan makin pengen aja beli baju-bajunya :) Btw, bener deh gue makin sering liat baju2 jumputan ala DP ini, semoga itu beneran bajunya Dian Pelangi yaa :)

  • Pingback: Denas Quraisya

  • pia

    Great article! gw udah suka sama produk DP lama, krn gw suka motif jumputan dan warna2nya yg super bright, sayangnya ga pernah kesampaian beli krn butiknya yg di ujung dunia (imo). Jadi seneng bgt krn sekarang produk DP mulai gampang didapet walopun harus pake banyak trik buat dapetin desain n warna yg gw mau.

    Bravo, Dian, semoga makin sukses ya!

  • piscanilie

    ga pernah kebagian DP padahal rumah deket, @nisa ak titip dirimu donkkkkk

  • http://femaledaily.com/member.php?username=DesZeLL DesZeLL

    Sejak liat dia di show APPMI langsung tertarik banget. Keliatan banget emang jumputan ini ciri khasnya dia. Cuman baru sadar line DP by Dian Pelangi setelah liat Nisa pake pas Hijab Workshop dan jadi pengen liat koleksi yang lain. Padahal di deket kantor ada butiknya dia kok ya nggak pernah main :D

  • http://femaledaily.com/member.php?username=nenglita nenglita

    pengen multi cardi-nyaa! Nisa, boleh lho aku mau titip juga yaaa….

  • Pingback: Dhea Istighfarin R.

  • puti

    ahh.. Nisa…, jadi pengen nambah lagi :)

  • Luluk

    Keren deh feature ini:-) FD juga makin keren…bravo produk Indonesia. Btw, butiknya ada di mana ya? Di kemang? Kapan ya bisa beli produk desainer Indonesia dari satu online shop (bukan dari milis ya..). Mungkin FD tertarik? :-)

    • http://femaledaily.com/member.php?username=affi affi

      Tunggu aja tanggal mainnya ;)

  • Pingback: Ajeng L Anggraeni

  • Pingback: Tania rucitadewi

  • Pingback: Devi Maysaroh

  • http://femaledaily.com/member.php?username=laan laan

    @pia..butiknya dimana yaa? adakah yang tw alamat lengkapnya ? many thx b4 ^^,

  • Pingback: ikma ♔

  • Pingback: ☆Diah♚Titiek♬

  • Pingback: Funco Tanipu

  • Pingback: annisya septyani

  • Pingback: dinda

  • http://femaledaily.com/member.php?username=halwatsabitah halwa tsabitah

    jd pengen kembali ke masa moeda :D

  • Pingback: Ajeng Rianti Saftari

  • Pingback: Novica Woelandari