After the Tsunami: Banda Aceh as a Tourist Destination (Part 1)

 

Tsunami kembali mendominasi perhatian kita kembali dengan adanya kejadian di Jepang. Mungkin masih hangat di benak kita semua, kejadian yang menimpa tanah air beberapa waktu silam. But life goes on, dan Female Daily Forum member Amy memberi potret tentang Banda Aceh sebagai tujuan wisata. Mudah-mudahan bisa menginspirasi untuk berkunjung ke Aceh! –Editor

Saat ini nama Banda Aceh tidak bisa terlepas dari kata tsunami. Bagaimana tidak, sebagian besar kota ini hancur diterjang gelombang ganas tersebut pada Desember 2004 lalu. Berbagai bantuan datang dari seluruh dunia untuk melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di kota yang dulunya bernama Kutaraja ini. Dalam kurun waktu 6 tahun, Banda Aceh sudah sepenuhnya pulih dari keterpurukan dan kehancuran pasca tsunami. Bahkan tahun 2011 ini Pemerintah Kota Banda Aceh mencanangkan program Visit Banda Aceh Year.

Mungkin pertanyaan yang terlontar pertama kali adalah, ada apa sih di Banda Aceh?

Dari pandangan saya sebagai orang Banda Aceh, banyak sekali tempat yang menarik untuk dikunjungi walaupun ada beberapa tempat yang mungkin masih kurang dikelola, but it’s still worth to visit.

How to Get There

Banyak pilihan transportasi untuk berkunjung ke Banda Aceh. Beberapa maskapai penerbangan domestik melayani rute ke Banda Aceh seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batavia Air. Maskapai-maskapai penerbangan tersebut ada yang terbang dari Jakarta dan ada juga dari Medan. Untuk penerbangan internasional, Air Asia melayani rute Kuala Lumpur – Banda Aceh setiap harinya.

Jika hendak berangkat dari Medan, ada pilihan transportasi lain yaitu bus. Perusahaan bus yang paling difavoritkan antara lain Kurnia dan Pelangi. Pilih tiket bus yang non-stop yang tidak berhenti di terminal-terminal untuk mencari penumpang. Biasanya bus non-stop ini berangkatnya malam hari. Lama perjalanan Medan – Banda Aceh kurang lebih 8 – 10 jam. Jadi pada saat berangkat dari Medan penumpang bisa langsung tidur dan pada saat terbangun sudah sampai di Banda Aceh .

Selain bus, ada juga yang namanya L300 (sebutan untuk mobil penumpang Mitsubishi Colt L300). L300 ini menjemput penumpang di rumah dan mengantar sampai ke alamat tujuan, jadi seperti travel kalau di Jawa.

Where to Stay


Di Banda Aceh terdapat beberapa pilihan penginapan dari hotel berbintang hingga losmen. Peunayong adalah kawasan favorit wisatawan untuk tinggal dan menikmati suasana kota Banda Aceh. Kawasan ini bisa dikatakan sebagai pusat bisnis kota Banda Aceh. Mau cari makanan juga gampang sekali. Penginapan yang berada di kawasan Peunayong antara lain Hotel Sultan, Hotel Cakra Donya, Hotel 61, Losmen Palembang, Losmen Aceh Barat, Hotel Medan, Hotel Wisata, dan Hotel Prapat.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung domestik dan mancanegara, kebutuhan akan penginapan pun semakin meningkat. Hermes Palace Hotel, Grand Nanggroe Hotel, Oasis Atjeh Hotel, The Pade Hotel, Hotel Madina dan Hotel Kutaraja adalah beberapa hotel yang baru dibangun dan mulai beroperasi setelah tsunami. Walaupun tidak terletak di kawasan Peunayong, masing-masing hotel menawarkan fasilitas standar hotel sekelasnya. Silakan dilihat review hotel-hotel tersebut di Trip Advisor.

Hotel Pade

Where to Go

Banyak turis yang menjadikan Masjid Raya Baiturrahman sebagai tujuan wisata pertama saat melancong ke Banda Aceh. Keindahan mesjid yang menjadi saksi bisu sejarah Aceh ini memang sangatlah menarik perhatian .

Tidak jauh dari Masjid Raya terdapat Museum Aceh, Taman Putroe Phang, Gunongan, Kherkoff, Museum Tsunami dan Monumen Tsunami Kapal Apung. Untuk yang tertarik dengan sejarah Aceh, tempat-tempat tersebut jangan sampai terlewatkan.

Museum Tsunami

Selain tempat bersejarah, Banda Aceh juga terkenal dengan pantainya yang indah. Pantai yang menjadi favorit warga banda Aceh adalah Pantai Lampuuk dan Lhoknga. Dalam menuju perjalanan ke pantai ini, sempatkanlah untuk singgah di Rumah Cut Nyak Dhien di Desa Lampisang, Aceh Besar.

Jika ingin duduk santai menikmati suasana pantai di sore hari sambil makan jagung bakar, Pantai Ulee Lheu adalah tempat yang tepat untuk didatangi. Taman Ratu Safiatuddin juga cukup menarik untuk dikunjungi karena di sini ini terdapat miniatur rumah adat seluruh kabupaten yang ada di Aceh. Tidak perlu repot-repot berkeliling provinsi Aceh untuk melihat rumah-rumah adatnya, cukup datangi saja taman yang terletak di daerah Lampineung ini.

Where to Shop

Jika punya waktu luang, tidak ada salahnya mendatangi Pasar Aceh Shopping Centre. Pusat perbelanjaan yang terletak di samping Mesjid Raya Baiturrahman ini menyediakan segala macam kebutuhan masyarakat Banda Aceh. Jika ingin berbelanja souvenir khas Aceh, Anda bisa menemukan beberapa toko souvenir di dalam kompleks perbelanjaan ini. Tapi jika ingin membeli perhiasan Aceh yang terbuat dari emas asli, jejeran toko emas di jalan Perdagangan adalah tempat yang tepat. Jalan ini terletak di antara Pasar Aceh Shopping Centre dan Mesjid Raya. Toko emas H. Keuchik Leumik adalah salah satu toko yang terkenal menjual perhiasan emas asli khas Aceh.

Mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang? Kue kering khas Aceh bisa menjadi pilihan yang menarik selain dendeng Aceh dan emping. Di dekat Rumah Cut Nyak Dhien di Desa Lampisang Aceh Besar, terdapat beberapa kedai yang menjual penganan khas Aceh. Selain itu, Kue Kacang (Bakpia) Sabang juga bisa dijadikan alternatif oleh-oleh. Kue tersebut dijual di toko kelontong disekitar Mesjid Raya seperti toko Sinbun Sibreh, Ramai, dan Mangga Dua.

Public Transportation

Transportasi umum yang terdapat di Banda Aceh antara lain labi-labi (mobil penumpang semacam angkot kalau di Jawa), becak motor dan taksi. Dari ketiga pilihan transportasi ini, becak motor menjadi idola para pelancong. Selain ongkosnya tidak semahal taksi, becak motor lebih mudah dijumpai.

Sebelum naik, sebaiknya tanya dulu berapa ongkosnya. Kalau Anda pikir ongkos yang disebutkan kemahalan, jangan ragu untuk menawar.

Dan tentu saja, trip belum lengkap bila tidak meluangkan waktu ke Pulau Sabang, yang bisa dibilang melegenda lewat lagu yang Dari Sabang sampai Merauke.  terdapat kapal penyeberangan (feri) yang berangkat dari pelabuhan Ulee Lheu. Feri tersebut berangkat dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Perjalanannya memakan waktu sekitar 45 menit.

Pantai Ulee Lheu

Tertarik untuk mengunjungi Banda Aceh? Segera rencanakan perjalanan Anda tahun ini. Untuk mendapatkan informasi program Visit Banda Aceh Year lebih lanjut silakan kunjungi www.bandaacehtourism.com. Dan untuk melihat perbincangan member Fashionese Daily mengenai Banda Aceh dan Sabang silakan cek thread Banda Aceh dan Sabang.

Di bagian 2, akan dibahas wisata kuliner Banda Aceh.

It’s time to visit Banda Aceh. Feel the harmony, discover the extraordinary.


Pictures courtesy: bandaacehtourism.com, thepade.com, berita-foto.blogspot.com, lagulamaku.blogspot.com, alonrider.wordpress.com


  • puti

    yuhuuuu lena, bikin gw cepat cepat ke Aceh.moga bulan juli gw bisa lihat tanah rencong ini lagi…*padahal baru sampe Langsa* :)

    • lena

      puti, mudah2an cepat ke sana :D
      ini tulisan amy, jangan lupa kontak2 dese kalau ke sana ya, pasti dapat tips mantap tempat makan/belanja, etc.

  • Affi

    Duh foto2nya bagus banget ya. Gue dulu pernah tinggal di Aceh selama 1 tahun (di kota kecil, namanya Rantau) tapi malah nggak pernah ke Banda Aceh. Nyesel banget!

    • lena

      aslinya juga bagus kok fi. banda aceh itu nurut gue fotogenik, cerah banget. mungkin krn polusi juga masih rendah ya…

  • puti

    pastinya lena, amy kudu dikabari :) ,
    biasanya orang Rantau (Pertamina) mainnya ke Medan ya fi, jarang yang mau ke Banda hehe…

  • amy

    puti, hayo ngapain tuh ke Langsa? nanggung amat hehehe dari Medan langsung ke Banda Aceh dong ahhhh :D eh tapi di Langsa ada warung yang jual sop sumsum yang terkenal itu. Aku kalo ke Medan bawa mobil pribadi kudu wajib makan disitu tu.

    Lena,romannya artikel kuliner lebih panjang pembahasannya daripada artikel yang ini hihihi

    Affi, ooh pernah tinggal di Aceh juga ya fi? Setelah aku googling ternyata Rantau itu masuk ke kabupaten Aceh Tamiang. Iya bener kayak Puti bilang kalo dulu orang Aceh Timur dan Aceh Utara lebih milih shopping dan jalan-jalan ke Medan daripada ke Banda Aceh. Tapi sejak otonomi, orang daerah jadi rame yang ke Banda hehehe

    • lena

      atau kuliner dibagi jadi 2? seafood and non-seafood? :D

    • Affi

      Puti & Ami, iyaaa bener gue lebih sering ke Medan, soalnya dari Rantau cuma +/- 3 jam sementara kalo ke Banda kan lebih jauh. Ehh sup sumsum di Langsa itu gue jg sering duluuu! Asli itu enak banget ya, sampe sekarang gue masih kebayang2. Padahal terakhir makan di situ 20 tahun yang lalu kali :D

  • lita

    amy, fotonya bagus2 banget! Suami gw malah yg udh kesana bolak balik, gw belum :(

  • amy

    Lita (eh ini Nenglita kan?), itu foto-fotonya aku pilih yang bagus-bagus aja lit :D Yang jelek-jeleknya kan udah sering dulu ya diliat pas kejadian tsunami hehehe Suamimu ke Banda Aceh dalam rangka liputan ya Lit? Minta ikut dong. Bawa Langit gitu sekalian :)

  • amy

    Lena, hahahaha…bagaimana cara pokoknya harus muat di satu artikel aja :D

  • puti

    yaitu mi, makan sop sumsum :), tunggu gw ya amy *berdoa semoga jadi ke acehnya *

  • http://jarwadi.wordpress.com jarwadi

    ya deh, entar kalau sudah punya cukup rejeki, jalan jalan ke banda aceh :)

  • Pingback: Fashionese Daily