The Legendary Narsih

Siapa yang belum pernah mendengar soal Bu Narsih, sang master alis di area Jakarta? Para ‘bencong’ FD, saya yakin pernah mendengar soal kedigdayaan Bu Narsih di bidang peralisan, bahkan beberapa diantaranya sudah menjadi pelanggan tetap di salon tersebut. Salon Narsih, terletak di Jl. Puloraya I no. 24 Jakarta Selatan dan kini membuka cabang di Bintaro sektor 7 blok MN no 47.

narsihSalon Narsih, meski terkenal dengan kehandalannya dalam membentuk alis melalui teknik threading dan servis waxing, sebenarnya juga melayani bleaching, pengecatan dengan henna, manicure dan pedicure.

Ibu Narsih sendiri, sudah berpengalaman puluhan tahun dalam bidang per-alis-an. Sebelum memulai usaha salonnya, beliau sudah bekerja selama 20 tahun di sebuah salon di Pasar Baru. Kemudian, 9 tahun yang lalu memulai salonnya sendiri di Gg. Nipah, lalu 3 tahun yang lalu baru pindah ke Jl. Puloraya ini.

“Wah mbak, kalau awal mula…ya gitu aja mbak… semua orang juga udah taulah… saya kerja di salon pasar baru trus sewa rumah di jalan Nipah trus dapat rejeki trus pindah kesini (puloraya, red) deh. Ya gitu aja mbak” begitulah kata Bu Narsih yang tidak mau diekspos terlalu banyak mengenai kesuksesan beliau mengawali usaha dari nol. Namun Ibu Narsih tidak menampik fakta bahwa usahanya ini bisa berhasil karena dikerjakan sesuai dengan passion-nya. “Kalau sedang jalan-jalan, lihat orang dengan alis berantakan trus hitam menggaris tebal begitu, saya suka gemes, pengen diundang ke salon trus saya rapihin…gatel tangan saya…”

Ketika disinggung soal konsumen yang tidak puas dengan hasil alis bentukannya, Bu Narsih mengatakan, selalu ada saja yang kurang puas, namun meski begitu yang kurang puas itu kembali lagi ke salonnya untuk dibentuk lagi alisnya :)

Dalam rentang waktu yang berpuluh tahun sebagai ‘ahli’ membenahi alis, Bu Narsih sudah menangani konsumen dari berbagai golongan, diantaranya anggota keluarga Cendana, istri-istri menteri & pejabat, anggota keluarga Presiden, selebritis yang eksis maupun yang kurang eksis, hingga golongan karyawan biasa. “Kalau dulu, waktu salon masih sepi, saya sering menerima panggilan khusus ke tempat pejabat-pejabat itu, tapi sekarang saya sudah males untuk dipanggil-panggil, nunggunya lama…bisa seharian, sedangkan kalau di salon sehari bisa banyak alis yang saya kerjain”, begitu ungkapnya.

Soal antri mengantri ini, pernah ada satu konsumen yang kebetulan berkebangsaan asing, yang marah-marah karena salah paham soal antrian. Bu Narsih yang jengkel karena konsumen ini sulit untuk diberi pengertian, ketika mengerjakan threading alis, tidak ingin bercakap-cakap sedikitpun, yang mana ini diluar kebiasaan beliau. Ibu yang merasa telah membuat Bu Narsih sebal, ketakutan dan meminta kaca, “pleaseee…mirror…give me mirror, I’m scared…what are you doing with my face?” begitu katanya. “Tapi saya kan ya kerja mesti baik mbak, meskipun sebel ya saya tetap kerjain bagus, cuma nggak ngobrol aja”, cerita Bu Narsih sambil tergelak, “setelah itu, Ibu ini tetap balik lagi kok ke salon, malah ngasih oleh-oleh buat ngambil hati”, lanjutnya kemudian.

Dengan konsumen yang selalu kembali ke salonnya dan rela mengantri (lama) demi dibenahi alisnya oleh beliau, sebenarnya Bu Narsih tidak punya patokan atau rahasia khusus, “saya hanya mengikuti bentuk alis yang sebenarnya sudah ada, tapi tetap melihat konsumennya, kalau masih anak SMA, ya mungkin hanya dirapihkan bawahnya saja, kalau dirapihkan atas bawah, nanti terlihat terlalu dewasa”.

Meskipun tanpa patokan rahasia, tetap saja, keterampilan Bu Narsih yang teruji melalui pengalaman selama berpuluh tahun, tetap menjadi daya tarik.

Sedikit tips untuk yang belum pernah ke Salon Narsih

  • Salon yang di Puloraya, buka setiap hari kecuali Minggu. Mulai jam 9 pagi – 6 sore. Khusus hari Senin, Ibu Narsih mulai ‘berpraktek’ mulai jam 1 siang. Jika tak ingin mengantri lama, pada hari kerja, hindari datang setelah jam makan siang. Atau kalau datang pada hari Sabtu, datang pagi atau sore jam 4 saja.
  • Untuk salon di Bintaro, Bu Narsih ‘praktek’ hari Minggu. Di luar hari itu, ada pegawai-pegawainya saja.
  • Sebaiknya, datang 3 minggu – 1 bulan sekali untuk merapihkan alis.
  • Alis yang tumbuh tak rapi sebelum masa kunjungan tiba, bisa dirapihkan memakai tweezers.
  • Jika alis ingin dibentuk berbeda dari alis yang sebelumnya, untuk alis yang tipis, sebaiknya menunggu hingga semua bulu alis tumbuh. Namun untuk alis yang lebat, bisa langsung diproses.
  • Meskipun yang menjadi legenda adalah Ibu Narsih, namun pegawai-pegawai salon Narsih juga terlatih dengan baik untuk merapihkan alis, jadi bisa untuk alternatif kalau sedang malas mengantri. Rekomendasi, kalau di Puloraya, coba dengan mbak Sus (Bu Narsih, alisnya juga dibentuk sama mbak Sus ini)
  • Kisaran harga di salon Narsih untuk threading alis Rp. 20,000 – Waxing Underarm Rp. 18,000 – Bikini Waxing Rp. 20,000 s/d Rp. 30,000 – Manicure & Pedicure Rp. 50,000. Harga-harganya cukup murah dibandingkan salon lain.