Think Globally, Dress Locally: Retno Murti & Indonesian Designers

Retno_MurtiRetno Murti – Editor in Chief Majalah Fashion Pro

Selama puluhan tahun berkecimpung di media fashion dan lifestyle, saya selalu kagum melihat penampilan ‘orang-orang kita’. Sangat luwes dan ‘kaya’ dalam berbusana tradisional yang penuh motif dan corak, tetapi juga sangat seronok dalam berbusana dengan brand internasional. Fashion dalam arti luas memang menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. Akhir-akhir ini, meskipun beberapa perancang kita sudah memulainya sejak bertahun-tahun lalu, tetapi usaha untuk mengolah kain tradisional dalam bentuk gaun modern makin marak dikerjakan para perancang kita. Ada inovasi -inovasi yang mencengangkan dari penemuan dan campur tangan para desainer ini. Sinergi antara perajin dan para perancang adalah bagian yang sangat menunjang dalam pengembangan industri fashion. Para perajin mempunyai ‘darah’ segar untuk terus berproduksi bahkan mendapat input motif atau cara pengolahan baru dari para perancang. Sang perancang pun terbantu dalam mendapatkan bahan olahan baru untuk berkreasi.

Maka Oscar Lawalatta, Tuty Cholid, Samuel Wattimena, Stephanus Hamy, Taruna Kusmayadi, Musa Widyatmodjo dan masih banyak perancang lagi berkecimpung dan mengolah kain-kain kita seperti yang sudah lama dilakukan Ghea Panggabean, Obin, Carmanita, Asmoro Damais, Baron Manangsang dan sebagainya. Banyak peragaan busana menghadirkan rancangan gaun modern dengan sentuhan kain tradisional kita, memperkaya karya-karya perancang kita. Belum lagi kalau melihat aneka ragam busana muslim yang bisa disebutkan melangkah jauh ke depan di banding karya perancang dari negara-negara muslim lainnya.

Bangga pada perancang kita? Pasti! Latar belakang budaya mempunyai pengaruh besar pada kreativitas kita. Perancang-perancang dengan nama besar seperti Biyan, Sebastian Gunawan, Didi Budihardjo, ataupun Eddy Betty, Arantxa Adi, Ari Seputra , Denny Wirawan, Priyo Octaviano, Mel Ahyar memberi kontribusi besar pada fashion dalam negeri dengan kreativitas mereka yang tanpa jeda.

Masalahnya sekarang, kepiawaian seorang desainer tidak hanya berhenti dalam mencipta. Perlu ada team khusus yang membantu dalam segi marketing dan produksi. Maka profesi sebagai fashion designer bukanlah pekerjaan glamorous saja yang sering nampak pada hasil akhir di atas catwalk , tetapi proses pengerjaan dari perencanaan awal , final design sampai ke marketnya. Kerja sungguh -sungguh dan passion yang ada pada para perancang, pasti membuahkan hasil manis. Kalau sudah terkoordinasi begini, mau bersaing dengan dunia luar pun, siapa takut?!