Think Globally, Dress Locally: Tria Rifki & Made to Order

nyai Tria Rifki is a Brand Manager of Cartier and several niche fragrances.

“Bangsa Indonesia itu sebenarnya bangsa yg sangat memperhatikan sandang . Saya pernah membaca observasi seorang ekspatriat di Indonesia bahwa di pemukiman yang paling sederhana sekalipun, baju sekolah anak-anaknya terlihat bersih dan rapi, walau mungkin tidak baru. Ketika mengunjungi perkebunan teh, saya melihat sendiri bahwa para pemetik ternyata sangat memperhatikan penampilan mereka. Walaupun bekerja dibawah matahari terik, kebanyakan memakai paikaian dengan warna merah jambu, biru muda dan merah tua. Sampai caping yang mereka pakai ada yang dihiasi dengan berbagai motif.

Saya pribadi menyukai label dan kreasi lokal. Di Garut saya tidak akan melewatkan jaket atau topi dari kulit domba dan kalau ke Bandung wajib hukumnya untuk mengunjungi distro. Kalau mau lebih dekat, di Jakarta distro juga bisa ditemui di daerah Tebet.

Mungkin yang masih kurang adalah saat ini kita masih butuh lebih banyak lagi artisan untuk mengolah sumber daya yang kita miliki karena kadang kualitas barang yang dihasilkan masih dibawah standar. Dan satu lagi, kebanyakan desainer Indonesia sepertinya juga masih juga enggan bergerak dari payet dan bordir yang memang menjadi keahlian dan ciri khas mereka. Sepertimya memang ini yang diinginkan pasar, tapi sebagai style-maker sudah saatnya para desainer memberikan konsumen dengan lebih banyak alternatif. Oleh karena itu saya menyukai karya desainer seperti Oka Diputra yang lebih mudah dipakai di udara tropis.

Walau bagaimanapun, kita sebenarnya sangat beruntung untuk tinggal di Indonesia.

Di luar sana, custom-made jeans bisa dihargai sampai ratusan dollar dan baju yang dibuat berdasarkan pesanan masuk kategori haute couture. Sementara disini sejak kuliah saya sudah bisa memakai celana jeans yang dibuat khusus untuk saya serta menjahit baju di penjahit langganan setiap menjelang lebaran. Hiduplah Indonesia Raya.”