JFFF; Heavenly Touch

ht02

By: Hana Ambadar

Kalau di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Heavenly Touch berarti sentuhan surga, judul yang sangat cocok untuk menghantarkan pagelaran baju muslim pada Jakarta Fashion & Food Festival Minggu lalu. Saya percaya bahwa membuat baju muslim bukanlah perkara mudah, apalagi untuk mempertahankan aturan aturan yang ada, misalnya tidak boleh ketat dan harus tertutup, dengan tetap menyesuaikannya dengan trend dan detil detil yang dapat mempercantik. Untuk koleksi kali ini, para desainer juga berupaya menonjolkan budaya Indonesia, mengingat tema keseluruhan dari JFFF adalah ‘Loca Fore’, jadi mereka mencoba mengolah bahan bahan yang di produksi di Indonesia untuk menghasilkan busana muslim yang kental dengan nuansa Indonesia.

Kain yang dipakai para desainer yang berpartisipasi antara lain adalah chiffon, songket, satin, taffeta, cotton. Mereka memadupadankan satu busana dengan kain yang berbeda seperti kain songket dan chiffon. Bahkan ada yang menggunakan potongan kain songket untuk hiasan jilbab dan pundak selain aplikasi payet cantik, borderan unik dan gemerlap batu batu Swarovski yang bertebaran. Model model jilbab yang diperagakan juga sangat bervariasi, mulai dari jilbab yang dibalut kain yang menyerupai turban, headband sampai topi pelaut.

Rumbai rumbai, layers, off shoulder dress, empire waist adalah beberapa trend yang didesain sedemikian rupa supaya dapat dipakai oleh mereka yang berjilbab dan yang menariknya, busana busana ini pun bisa dipakai untuk yang tidak berjilbab dengan memadu padankannya dengan baju lain.

All in all, I really like the whole collection, the mix and match and the array of colors and fabrics, the whole thing from head to toe might look too much for everyday wear but you can tone it down with your usual separates.

Desainer yang ikut berpartisipasi antara lain:  Toera Imara, Ade Listiany, Defrico Audi, Irna Mutiara, Lia Afif,  Merry Pramono

ht01

ht03