Kiton Black by Kiton

3025_91769796517_783051517_2453109_6002401_nKiton adalah rumah mode pria asal Naples, Italia. Kalau diasosiasikan dengan Indonesia, bolehlah kita sebut Brutus (hi Ko Amien). Spesialisasi di pakaian laki-laki khas jahitan Neapolitan akhirnya berkembang ke line wanita di tahun 1993. Sekarang, Kiton bahkan menjajaki pasar anak muda dan luxury buyer pemula dengan strategi medio mass product. Sejak berdiri tahun 1968, Kiton baru memperkenalkan parfum pertamanya di tahun 1996 dengan nama Kiton Man. Tidak ada data, siapa yang menciptakan parfum-parfum keluaran Kiton. Lagipula, variannya juga tidak banyak seperti designer parfum lainnya.

Kiton Black sendiri keluar tahun 2007, setelah satu flagship storenya berdiri di London. Secara kemasan, Kiton Man dan Kiton Black tidak jauh berbeda kecuali rangka hitam yang sengaja ditambahkan di botol Kiton black.

Memakai Kiton Black, menurutku, bukan perkara sulit. Ini karena Kiton Black lahir dari jenis pop-perfume yang bisa diadopsi siapa saja di bumi ini tanpa menimbulkan kecurigaan. Ia cenderung lembut ketimbang kata “black” yang didengung-dengungan oleh Kiton. Saking ringannya, aku tidak menyarankan pakai Kiton Black untuk acara malam, kecuali itu bersifat private dan dalam lingkup sangat kecil.

Tidak ada yang terlalu peduli dengan Kiton Black di badan kita. Orang hampir tidak bisa mengasosiasikan parfum ini dengan apapun, kecuali bau udara yang menyenangkan. Ia baru bisa dicermati kalau kita menciuminya langsung dari kulit. Woody Aromatic tapi bukan dari kelas Fougere murahan. Awalnya, seperti biasa, bergamot, lime, lemon. Sedikit ada bau manis sumbangan keton di sana. Beberapa orang akan mengasosiasikan keton ini dengan berry atau cherry. Tapi tidak masalah, ia segera hilang waktu cedar masuk arena. Sedikit kapulaga akhirnya mencegah kita untuk berkata ia sangat woody. Barulah karakter utamanya muncul di basenotes dan drydown. Untuk parfum pria, ini tidak aneh. Kebanyakan dari mereka memang dirancang dengan layer utama di akhir progression. Unsur parfum pria yang punya berat jenis tinggi juga mengakibatkan tipikalitas drydown yang serupa. Di sini aku bisa merasakan ada sedikit render macam Bvlgari Black. Komposisi leather yang mereka pakai sama. Non Animalic dan resin. Ini cenderung suede yang lembab dan dingin. Karakter ini berhenti sampai di sini. Accordnya masih terlalu prematur untuk dibilang istimewa. Kiton Black adalah hasil perpaduan brilian dari bahan-bahan murah.

Dengan kombinasi uap hangat udara Jakarta. Memakai Kiton Black seperti berada di sebuah Mercedes baru dengan jok kulit yang disamak manis. Di bagian punggung jok itu, kulitnya dipadu suede yang lebih dominan dan matang. Aroma segar juga datang dari AC yang dinyalakan dingin dengan membawa molekul-molekul vinyl ke udara. Menyebarkan wewangian menenangkan, percaya diri, dan tidak kentara. Aku percaya, Mercedes ini berwarna perak ketimbang hitam legam. aku lebih setuju Kiton Black diganti namanya jadi Kiton Light. 7/10 to me.

Kiton Black in adj:
level 1: sheer breeze
level 2: new mercy
level 3: suede glove

Image : scentious.com