Dogma Doc Martens

Masih ingat dengan nama Doc Martens? Atau sepatu Doc Mart? Jangan pura-pura tidak ingat, saya yakin kita semua di sini pernah menikmati era 90-an. Kalaupun ternyata ada yang belum pernah merasakan hidup di era 90-an, halo anak-anak! :p

Banyak orang yang menganggap bahwa trend fashion di era 90-an adalah sebuah dosa besar. Aib. Mengaku saja apabila Anda merasa malu ketika melihat rupa Anda di masa itu. Tapi kali ini, saya ingin memaksa Anda untuk mengaku kalau Anda sempat memakai atau sekedar sempat berhasrat untuk membeli sepatu Doc Mart agar terlihat ’kece’ di tempat-tempat pergaulan ibukota tahun 90-an.

Sepatu Doc Mart ini memang sempat booming sejak akhir tahun 80-an hingga awal tahun 90-an. Sepatu yang tidak mendiskriminasi gender alias unisex ini seolah menjadi salah satu must-have fashion item di masa itu, selain sepatu keds LA Gear dengan lampu kecil yang akan berkerlap-kerlip setiap kali kaki melangkah (jujur saya sempat membeli sepatu ini hingga dua kali gara-gara lampunya mati). Kabar baik bagi pecinta Doc Mart maupun adik-adik yang belum sempat terjangkit demam Doc Mart, karena sepatu lars versi stylish ini kembali ke dalam rotasi trend fashion. Tidak percaya?

(Marc Jacobs Fall RTW 06, courtesy of style.com via tfs.com)

Dua tahun yang lalu, tepatnya untuk koleksi Fall/Winter 2006 Marc Jacobs dan Jean Paul Gaultier sempat memunculkan kembali semangat 90-an dengan merancang sepatu a la Doc Mart meskipun geloranya kurang terasa. Tahun lalu, para designer dengan garis rancang yang edgy juga berani mengangkat kembali pesona ’kekuatan’ sepatu maskulin ini seperti Chloé, Sonia Rykiel dan Luella Bartley. Untuk tahun ini pun sebetulnya tidak banyak designer dunia yang mencoba untuk menyebarkan kembali gema sepatu-sepatu bernafaskan Doc Mart, namun Missoni dapat menyajikan pesona sepatu boots a la Doc Mart dengan begitu menarik untuk koleksi fall/winter 2008 ini.

Missoni FW RTW ’08

Tak perlu mengernyitkan dahi membayangkan sepatu Doc Mart tahun 90-an yang—memang—cukup mengerikan itu, karena sekarang Doc Martens mengeluarkan sepatu-sepatu yang lebih ’beradab’ dan layak tampil dengan pilihan warna-warna neon yang seru. Ninewest dan Urban Outfitters juga menawarkan sepatu a la Doc Martens dengan tampilan yang lebih edgy maupun classy. Sebuah alternatif yang menantang bagi mereka yang ingin tampil beda atau sekedar bosan untuk tampil boyish dengan oxford shoes.

Pertanyaan yang kerap muncul adalah: what to wear them with, and how to pull them off?

It’s a bit tricky, I know. But something is always worth trying when it comes to looking great. Bagaimana caranya agar tidak terlihat seperti anggota marinir atau mungkin terlihat seperti penyanyi dangdut koplo? Satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda mengenakan sepatu ini adalah: seperti apa style Anda? Pilih pakaian yang tepat dengan mood yang ditawarkan oleh sepatu boots a la Doc MartDon’t dress up too much, karena sepatu ini sendiri sudah pasti menjadi pusat perhatian dari keseluruhan outfit Anda.

Mengenakan tights ataupun skinny jeans ke dalam sepatu Doc Mart layaknya saat kita menggunakan boots juga dapat menciptakan tampilan yang stylish dan edgy. Ingin lebih memamerkan si sepatu? Kenakan minidressmini skirt, ataupunshorts yang simpel dan biarkan sepatu Doc Mart yang memberikan statement tersendiri pada outfit Anda. Bagi Anda yang tinggal di negara yang memiliki empat musim, mengenakan trench coat beserta sepatu Doc Mart bisa menjadi pilihan berpakaian untuk musim gugur dan musim dingin. Just leave your ordinary boots at home.

Namun apabila Anda ingin bernostalgia dengan mengenakan kemeja flanel atau T-shirt gombrong dengan sepatu Doc Mart sambil warawiri mendendangkan lagu ”Catatan si Boy” di sekitar Blok M, silahkan saja. Toh, belum ada undang-undang yang membatasi kita dalam berpakaian, kan? (Gosip-gosipnya, undang-undang berpakaian sedang digodok. Jadi, bereksperimenlah sebelum bereksperimen itu dilarang!) 

Source & images: thefashionspot, style.com