Let’s MakeUp

Sebelum ‘menetas’ menjadi bencong, setiap kali ke toko buku, saya selalu langsung menuju ke area novel fiksi dan roman lalu menuju kasir untuk membayar dan tidak menoleh lagi ke bagian lain. Namun, semenjak dengan bangga memproklamasikan diri sebagai bencong, buku-buku di rak kecantikan serta majalah-majalah kecantikan juga menjadi tujuan saya.

Sebenarnya buku ini, sudah saya ‘temukan’ beberapa bulan yang lalu, lebih tepatnya, soulmate bencong saya a.k.a. Ijoli yang lebih dulu menemukannya, lalu menunjukkannya kepada saya. Hanya saja, saya baru membelinya beberapa hari yang lalu.

Buku yang dicetak pertama kali tahun 2006 ini, ditulis oleh Reni Kusumawardhani, yang merupakan salah satu penulis yang aktif bersama Gramedia dan APPMI untuk pembuatan buku seri fashion Indonesia. Tata rias dikerjakan oleh Wawa Sugimurwati, yang secara mengejutkan rupanya merupakan sarjana Teknik Sipil. Seharga Rp. 70.000,- saya menganggap, buku setebal 87 halaman ini memberikan informasi yang lebih dari lumayan untuk banci nekat seperti saya.

Terbagi dalam enam bab, dimana bab pertama menceritakan mengenai bagaimana mengenali kulit, bentuk wajah juga bagaimana memilih foundation yang benar. Ada satu bagian yang sangat menarik minat saya pada bab pertama ini, yaitu menentukan harmoni warna make-up, meskipun kurang mendetail, namun cukup membantu, dan menurut saya, akan sangat menginspirasi kita yang mungkin saja akan kebingungan untuk memadu-padankan warna make-up wajah.

Bab kedua, berisi tips dan cara untuk membuat ilusi wajah. Dengan model wajah manusia yang sesungguhnya, bukan sketsa, penjelasan dalam bab ini sangat membuat saya ingin berkreasi dengan shading dan hi-light pada wajah. Lupakan saja efek photoshop yang gila-gilaan, sebab kalau diperhatikan, kita tetap bisa melihat aplikasi shading-nya.

Bab ketiga, mengenai koreksi mata. Bagaimana mengaplikasikan eyeshadow agar memberi efek yang diharapkan, mata yang kecil terlihat menjadi sedikit lebih besar, mata yang turun terlihat naik. Juga ada beberapa tips untuk memasang bulu mata palsu, tips praktis merias mata dan menggunakan eyeshadow serta eyeliner.

Bab keempat, memaparkan cara untuk memberi ilusi pada hidung. Saya sendiri, mungkin tidak akan memakai ilusi pada hidung ini setiap hari, karena terlalu merepotkan menurut saya, namun tidak ada salahnya juga mengetahui cara-caranya.

Bab kelima adalah tentang blush on, bagaimana menggunakannya pada bentuk wajah tertentu.

Bab keenam, yang merupakan bab terakhir, berisi informasi tentang bagian bibir.

Secara keseluruhan, buku ini tidak memuat detail sebanyak yang saya harapkan, sehingga membuat saya hanya tertarik pada beberapa bab awal saja.
Namun, dengan harga yang dibayarkan dan informasi yang cukup lengkap, buku ini menjadi layak konsumsi *halah* dan layak pula untuk dijadikan referensi.

Saya juga mengacungkan dua jempol untuk buku ini, bahasa yang digunakan oleh penulisnya sederhana dan mudah dimengerti, kualitas foto serta cetakan yang bersih dan cemerlang sehingga membuat semua warna menjadi ‘hidup’ (sekali lagi, saran saya, lupakan efek sotosop-nya), juga kosmetik lokal yang digunakan membuat buku ini menjadi buku mengenai make-up terbitan lokal yang sangat layak untuk mendapat perhatian dari para bencong, lebay-nya saya memberikan empat bintang untuk buku ini.

Semoga, di kemudian hari, buku lokal yang bagus yang memuat referensi make-up akan lebih banyak lagi.

Judul: Let’s Make-up by Wawa Sugimurwati
Penulis: Reni Kusumawardhani
Fotografer: Pinky Mirror
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama – Cetakan ketiga, Agustus 2008