Stella Rissa Breaks Thru The Rainbow

Satu lagi pendatang baru dalam kancah dunia mode Indonesia. Designer muda lulusan sekolah mode La Salle Jakarta ini dengan sukses telah mengadakan show perdananya pada Selasa malam, 29 Juli 2008, bertempat di Taman Menteng Jakarta Pusat. Cheyqua melaporkan dari front row Stella Rissa untuk Fashionese Daily.

Dengan mengangkat tema I Feel Like Dancing in the Rainbow, fashion show dengan setting outdoor ini dapat dikatakan sukses memukau para undangan dengan konsep fashion show di tengah-tengah taman dengan panggung catwalk berbentuk lingkaran yang mengelilingi air mancur Taman Menteng. Bentuk panggung catwalk seperti ini mengingatkan saya akan show Chanel beberapa tahun silam, namun saya tetap mengacungkan jempol untuk konsep segar yang agak jarang ditemukan di acara-acara fashion show dalam negeri. Diawali dengan tampilan siluet lima model yang berpose di balik layar, show perdana designer yang baru berusia 23 tahun ini menampilkan sedikitnya 46 baju ready-to-wear dalam nuansa minimalis.

Hati-hati terkecoh dengan tema yang diangkat oleh Stella Rissa. Jangan berharap akan melihat karya-karya Stella Rissa yang penuh dengan warna karena justru seluruh koleksinya didominasi oleh warna hitam. Lantas, di manakah pelanginya? Stella Rissa mencantumkan percikan warna pelangi dalam gelapnya hitam atau sekedar menjodohkan warna-warna lembut dengan si kelam hitam. Stella Rissa menawarkan little black dress dengan potongan asimetris yang diberi sedikit corak warna-warni, rok panjang pleated dan atasan berbahan see-through, dan celana-celana berpotongan lebar sebagai bentuk pencitraan dari wanita yang feminin sekaligus androgini dan/atau modern namun tetap klasik. Stella Rissa sendiri menginginkan rancangannya dapat dikenakan oleh semua wanita tanpa mengkotak-kotakkan usia mereka; semua wanita dapat tampil cantik dan stylish tanpa harus terkukung oleh faktor usia. Ia juga mengibaratkan pelangi dalam tema koleksinya tahun ini sebagai simbol kesatuan dari keragaman yang terpadu, menari sebagai simbol kebebasan gerak dan jiwa muda yang energik.

Menurut pendapat saya, garis rancangnya sendiri sedikit mengingatkan saya akan koleksi Balenciaga spring/summer tahun ini dan juga koleksi Dolce & Gabbana dan Lanvin tahun lalu. Namun untuk segi permainan cutting dan pemilihan bahan, saya benar-benar harus angkat topi untuk Stella Rissa karena dengan usia yang begitu muda dia telah memiliki karakter yang kuat dalam garis rancangnya. Ini menjadi nilai tambah bagi Stella Rissa mengingat ada begitu banyak designer dalam negeri namun begitu sedikit yang memiliki signature design sendiri.

Sebagai penutup acara, empat wanita public figur seperti Aida Nurmala, Sari Nila, Nia Dinata dan Maya Hasan yang juga menjadi idola bagi Stella Rissa tampil ke atas panggung catwalk berjalan bak model mengenakan salah satu koleksi Stella Rissa, seolah turut memberikan dukungan bagi karir Stella Rissa sebagai desainer muda Indonesia. Mari kita juga sama-sama memberikan dukungan kepada Stella Rissa, the breaking-thru Indonesian designer who’s now dancing in the rainbow.

Photos by Cheyqua and Windy Mifta