BIYAN 07/08; Desert Rose


Photos by: Raditya Pratama

Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan
23 Agustus 2007

The fair desert rose of wondrous mystique
Her gossamer blossoms bring life
like a mirage in the sand
The beauty lies not in the rose,
but in the strength she embraced

More pictures here.

Desert Rose, begitulah Biyan menamakan koleksinya kali ini. Di tengah-tengah mode yang berfuturama di sepanjang tahun, tiba-tiba muncul sebuah koleksi yang tidak diembel-embeli kesan futuristik. Sebuah kesegaran diantara keseragaman yang hadir di dunia mode. Terlebih sebelumnya, desainer Sally Koeswanto sudah lebih dulu mengeksplorasi habis-habisan imajinasi dunia futuristik di dalam koleksinya, seakan membuat lahan untuk futuristik sudah habis digarap.

Ms. Comfort chic

Biyan mengemukakan bahwa koleksinya kali ini merupakan persilangan antara kehidupan urban yang modern dengan referensi multi kultur. Hasilnya adalah sebuah koleksi cantik yang sederhana, nyaman, namun tetap tampil mewah dan penuh gaya. Di sepanjang koleksinya, Biyan mengedepankan busana dengan potongan bervolume besar dan tampilan yang ringan. Ms. Comfort chic mungkin kata tepat untuk menggambarkan koleksinya kali ini. Bentuk balon yang tengah populer masih mendominasi sebagian besar koleksinya, namun disamarkan menjadi potongan unforced drapery. Sedangkan sentuhan kultur timur tengah dirasakan kental hadir melalui harem pants dan long coat ala Maharaja Robe, detail kimono dan sarong menampilkan kecantikan budaya timur, dan dress tunic menggambarkan eksotisme Asia.


The Desert Rose

Padang pasir memang merupakan salah satu lansekap yang keras untuk dihidupi. Di dalam presentasinya, Biyan mengajak para tamu untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi sebuah desert rose. Dimulai dengan rupa kuncup yang sederhana sampai menjadi bunga mekar yang cantik. Dari diterpa panas teriknya matahari sampai dinginnya malam di padang pasir, bahkan sampai saat dihantam badai pasir yang kejam. Namun meskipun didera dengan berbagai kondisi yang ekstrim, dibawah langit malam yang diterangi taburan bintang di langit, desert rose masih dapat mekar dengan indahnya. Pengandaian Biyan ini menjelaskan keindahan koleksinya merupakan hasil dari paduan seluruh unsur yang membentuknya, dari segi cutting, material, model, warna, dan inspirasi kecantikan beragam budaya Asia.

The “It”

Selain busana, yang patut diberikan tempat khusus dalam show ini adalah aksesorisnya yang berbentuk chunky necklaces. Kalung-kalung besar dengan berbagai bentuk unik siap meramaikan penampilan Anda untuk menjadi the it girl. Uniknya, beberapa bulatan emas yang menjadi bahan utama kalung tersebut terbuat dari tutup kaleng yang dicat emas, very eco friendly. Berbicara tentang the it girl, di atas runway yang pantas menyandang julukan the it girl of the show jatuh kepada seorang model kulit hitam asal agency Singapura. She truly knocked the runway off.


Di dalam undangannya Biyan menyisipkan pesan dress code, come as you may feel. Pesan yang sempat membuat saya kebingungan dalam memilih gaya untuk merayakan koleksinya pada malam itu, ternyata memiliki arti dibalik kebebasannya. Biyan menginginkan saya untuk mengingat jati diri saya sendiri, sehingga saat selesai menikmati koleksinya, saya tidak terus berlanjut merasa seperti sebuah desert rose.