Weekend Reading..:D

I’ve been reading too many magazines lately. I thought I’d share them here with you..=)

Harper’s Bazaar. Di halaman depannya, ada Dian Sastro yang pake baju Louis Vuitton sambil jinjing tas Speedy Dentelle in Silver. This makes me wondering if she is now a spokesperson for LV or something?..anybody know?..because I think every time they have a new bag, she would be spotted carrying the bag. It happened with the Mono Stephen, the Mono Lockit and some other ones.

Ada info Marc Jacobs masuk rehab, yang udah ada info nya di FashioneseDaily dari Maret lalu dong…:D

Ada Harper’s Bazaar Beauty Award. Dari mulai award untuk night/eye treatment, sunscreen, facial mask, whitening, moisturizers, sampe make up remover, eyeliner, shampoo, conditioner and many more. If you are looking for some products to try, it would be a good way to start…hmm..or maybe we should ask Koukla to present Koukla Beauty Award..hehe..I trust her judgment more than the beauty editors…;)

Ada profile duo tentang Rosihana Silalahi dan Biyan Wanaatmaja, belum baca sih sebenernya tapi seperti nya menarik. Fashion spread nya yang berjudul Perspektif budaya juga keren.

Femina. Di rubrik inspirasi gaya, ada Dian Sastro juga dengan style nya yang di beri label Boho Chic, but I fail to see what is so boho about the outfit. She was wearing skinny jeans, patent leather pumps and carrying a black birkin. I don’t know, maybe it’s the vest? or the two necklaces she was wearing??..Either way kayanya masih jauh dari bohemian gaya nya. She looks too polished to be called boho chic, not just in that particular outfit but also in her everyday style. I mean, I think her style is alright, it’s just not boho. Di halanan itu juga ada kesalahan s tentang informasi tas yang di pajang tuh..harusnya YSL downtown bag, bukan LV.

Di rubrik rupa rupa ada artikel tentang hubungan beberapa ibu yang superwoman dengan anaknya. Salah satu nya Ratna Sarumpaet si pekerja seni yang juga aktifis kemanusiaan, dengan anak perempuannya Atiqah Hasiholan. Atiqah ini main di Berbagi Suami, and quite a rising star, a really pretty and sweet girl I might add.

Di rubrik anda & dia, ada cerita tentang selingkuh. Bukan, bukan selingkuh ke lain hati, tapi selingkuh yang lebih sulit lagi untuk di hindari, yaitu selingkuh uang belanja dan tipu tipu dikit khas istri tentang belanjaannya ke suami nya. Ada yang bilang kalo lagi diskon gede gedean, ada yang bilang oleh oleh dari temen, ada yang pura pura bloon “ah enggak ini barang lama kok”..hihihi. It’s interesting, something that I’m sure a lot of married women can relate to..:D

Dewi.Rubrik gaya nya menampilkan profil Manda & Jana Soekasah, the twin daughters of Ghea Soekasah. They are literally in every other magazine every month, maybe they are the most recognizable socialite in town? I think they used to do some modeling too way back in the days. Anyway, style nya mereka, baru deh kalo menurut saya bisa di bilang boho chic. They wear lots of vintage and ethnic jewelry and clothes. Dan juga kayanya bukan style nya aja yang berbau bohemian tapi juga lifestyle nya, their way of life. Now they are doing accessories line called PERNIK-ETNIK that will be marketed in department stores.

Ada artikel tentang fefleksi gaya urban 5 kota mode; New York, Paris, London, Tokyo, Milan. Ha, which city is more ‘you’? Sayang saya belum baca lengkapnya sih…:D

female. I like the photo shoot with Dewi Rezer, love the lighting and the color palette. There’s also a fashion spread titled classic fever ‘gaya 80 an’ which makes me think if there really is something classic from the 80s that I didn’t know about?!

Anyway, jadi edisi ini cerita nya di beri tema ‘the shape issue’. Jadi ada fitur tentang model model baju yang menunjang bentuk badan. Sayangnya bentuk badan yang di jadiin contoh itu Beyonce – Hourglass, Elizabeth Hurley – Inverted Triangle, Jennifer Lopez – Triangle, dan Cameron Diaz – Rectangle. Memang sih bentuk badan mereka beda beda, tapi tetep aja ada satu kesamaan; they have a sizzling hot body, something that regular people like us don’t. Coba perumpaannya jangan sama selebriti hollywood yah, tapi lebih ke real people dengan bentuk badan yang beragam, kayanya bakalan lebih membantu. Kaya di majalah Vogue edisi April juga tema nya tentang loving your body. Tapi yang di jadiin contoh lebih dekat lah ke dunia nyata, ada yang bertubuh besar, kecil mungil, tinggi langsing, tinggi kurus sampe yang hamil juga ada.

Oh btw, di smart buys nya ada ankle strap shoes bebatuan dari linea yang baguuss sekali..=)

Eve. The letter to editor caught my attention. Ada yang komplain kalo baju yang di tampilkan mahal mahal, padahal kan nggak semua yang baca Eve bisa mengeluarkan uang 3 juta untuk beli satu atasan. Iya bener juga sih..mungkin juga cuma segelintir aja kan dari pembaca nya yang memang profil belanja nya seperti itu. Dan ini bukan berlaku untuk majalah Eve aja sih, karena kayanya Eve lumayan sering juga nampilin barang barang ITC, tapi untuk kebanyakan majalah lainnya, luar dan dalam negri. Kan suka ada tuh rubrik seperti ‘get the look for less’. Tapi tetep aja look for less nya masih kelewatan mahal.

Anyway, I like the ‘one sunny day’ fashion spread that was done by Novita, but the ‘back to print’ one (not done by her) is dissapointing. The whole combination, from the clothes, the pose, the model to the accessories and the angle the pictures was taken didn’t look tasteful at all.

I usually like Eve, but this issue is, just like the other fashion spread, disappointing. Too many translated articles and more focus on celebrity. I thought they place emphasis on real women, no?

A+. Covernya Karenina. Edisi ini menarik sekali, banyak ngebahas tentang fashion. Ada artikel tentang the rise of Asian-American Designer (Vera wang, Vivienne Tam, Anna Sui, Derek Lam, Philip Lim, Doori Chung). Ada juga artikel tentang ready to wear nya merk desainer lokal yang masih sedikit banget itu. Padahal harusnya dari segi bisnis, ready to wear itu menguntungkan sekali lho. Apa ini di karenakan desainer kita lebih idealis? Atau memang nggak suka atau nggak ngerti segi bisnis nya? Atau mungkin pada lebih pada fokus bikin seragam kali ya..:D.

Selain itu ada lagi artikel yang membahas tentang revolusi ready to wear/pret a porter. Ada penjelasannya juga tentang perbedaan tipe baju yang di tulis oleh Muara Bagdja yang kurang lebih seperti ini.

Couture/Adibusana: Baju yang made to order dan biasanya melewati proses fitting berkali kali, tekniknya jahitnya juga ada cara nya sendiri. Kalo di Prancis sih ada syarat syarat khusus untuk karya seorang desainer bisa di sebut Couture. Katanya kalo di Indonesia sendiri, desainer nya memang senang memberi label Couture ke karya karya nya, padahal metode pembuatannya sama aja kaya baju biasa.

Pret a porter/Ready to wear: Baju baju fine apparel dari desainer beken yang siap pakai seperti Chloe, Dior, Burberry, Marc Jacobs, Chanel, Prada, etc. Juga contemporary lines seperti second line nya desainer2 (See by Chloe, Marc by Marc Jacobs, DKNY by Dona Karan, etc) juga desainer lain seperti Nanette Lepore, Tahari, James Perse, Tory Burch, Ella Moss, etc.

Massal: The clothes that most of us wear. Apalagi kalo bukan Forever 21, H&M, Zara, Mango, GAP, etc..:D

Ada fashion spread nya tentang night crawlers yang di ambil di Hong Kong, bagus sih, sensual dan berani banget. Ada juga Hang over with mango featuring Davina and Indah Kalalo. Ada Indah di foto dengan pose memegang rokok, sesuatu yang jarang terjadi.
————

Untuk majalah fashion kayanya memang A+ ya juaranya..it’s less mainstream dan isinya informatif.

So..what magazine have you read recently? Anything interesting there? What’s your favorite Indonesian Magazine??