Pengantin Gypsy Dan Penipu Cinta

“Everyone hates someone who wears gucci from head to toe”, Didi.
—————-
“Liat ke kiri. Liat anting-anting perempuan di jam sembilan elu,”
“Hm, kenapa?” Nisa melirik ke kiri.
“Berliannya palsu!”. Tari menunjuk berlian bersiluet air mata sebesar mata orang dewasa.
“How do you know?”

“Itu CZ, cubic zirconia, sejenis mineral yang diolah untuk imitasi berlian. Nyaris sama, ya? Hm..jangan kagum sama perempuan itu. Penipu fashion. Sekarang liat ke kanan, jam dua, cewek yang pakai baju Chanel. Itu anting yang aslinya. De Grisogono,” ujar Tari.

Nisa menoleh ke kanan dan kiri, membandingkan yang katanya cubic zirconia dan yang orisinal, tak ada bedanya.

“Beda CZ dengan berlian dalam ukuran besar yang sama – CZ memiliki berat hampir dua kali berlian. Liat dong kuping permepuan CZ itu, lebih ketarik gravitasi, kan?! Tuh!” tunjuknya dengan ekspresi sangat merendahkan.

———————

Empat kartu kredit – HSBC Mastercard, Mandiri Visa, Lippo Visa, BNI Visa yang di miliki Alif sudah overlimit semuanya karena di belikan kemeja Giorgio Armani, sepatu Camper, hp Nokia terbaru, fine dining di Paris, Parfume Lacoste Essential, T-shirt lecek dari John Varvatos dan lain sebagainya.

———————

Cerita di atas adalah bagian yang di ambil dari buku ketiga nya Syahmedi Dean, penulis fashion dan lifestyle. P.G.D.P.C, seperti juga buku pertama dan kedua nya, mmenggambarkan dunia fashion di Jakarta dengan sempurna. Tidak hanya gemerlap nya saja yang di tampilkan, tapi juga hal hal tragis lainnya yang terjadi di dunia yang penuh dengan air (or a$$) kissing itu. Tokoh utama nya, Alif, harus menerima kenyataan bahwa walaupun dia mantan fashion editor hebat yang sudah melanglang di fashion week Milan, London dan Paris tetap lah bukan siapa siapa lagi sekarang karena sudah jobless, sudah nggak mampu makan di Sushi Tei lagi dan terpaksa naik ojek dan makan di warteg. In fashion industry, it’s not what you know, it’s who you know and what you can do for me that matters.

Sebenernya, inti dari buku ini dan dua buku sebelumnya adalah tentang cinta yang di kemas dalam kedinamisan dunia majalah dan fashion. Sayangnya, P.G.D.P.C tidak begitu bercerita banyak tentang fashion, karena dua tokohnya sudah di pecat dari majalah File. Raisa pindah haluan jadi artis sinetron dan Alif malah jadi managernya Raisa. Tinggal Nisa dan Didi yang masih jadi editor di majalah. Tetapi walaupun cerita tentang kehedonisan dunia fashion nya berkurang, cerita nya tetep menarik untuk di ikutin. Konfliknya pun bertambah banyak. Ada cerita tentang Saidah yang di paksa untuk menikah lagi, Raisa yang mencoba untuk sabotase hubungan Alif dengan Saidah. Didi yang di kerjain seorang model yang pernah di pecatnya. Belum lagi cerita Nisa dan Frederico. Ending nya bikin gemes karena gantung dan bikin pembaca nya jadi nggak sabar nunggu novel ke empat nya terbit.

Oh iya buku pertama nya, L.S.D.L.F juga pernah di review di sini. Yang kedua, J.P.V.F.K belum pernah di review sih tapi seru banget juga buku nya. Cerita nya 4 sahabat yang semuanya editor majalah itu pergi meliput fashion week di Paris, duuh sayang saya lupa detil nya gimana tapi yang jelas gambaran tentang suasana fashion show nya cukup bikin iri. Satu hal yang paling saya suka dari novel ini adalah tokoh utamanya, Alif. Karakternya sangat refreshing karena biarpun mempunyai jabatan yang cukup tinggi di dunia yang penuh dengan orang orang yang sarkastik, Alif tapi tetap menjadi diri nya, tetap membumi, humble dan genuine. He is an all around good person. Orang seperti Alif itu bukan hanya susah di temukan di dunia fashion, tapi juga di seluruh Jakarta.

Mau baca buku ini tapi nggak sempet ke gramedia atau gunung agung? Beli aja di sini dengan harga Rp 42.500.